Kamis, 20 Februari 2014

Di Cari......

Lagi-lagi, judulnya masih nyangkut sama film RGFM yang paling paling paling gue suka... Kalau di film, ada scene dimana Velin ngetweet 'Dicari benang untuk merajut masa lalu'  di saat dia lagi galau - galaunya dan lagi break sama Bara Mahesa, karena Bara Mahesa lagi dekat sama Diandra alias orang ketiga. Kambing~hahaha...

Mungkin cerita gue kali ini berbeda. yang gue cari adalah benang lain... bukan merajut masa lalu. Karena ngga ada yang harus disambung dari masalalu gue. Tapi  Dicari Obat Penghilang Rasa Sayang........... *jleb.

Iya, sudah beberapa waktu belakangan ini, itulah yang ada dikepala gue selama pergi-pulang naik motor bekasi - jakarta , rumah-kampus. yang bener-bener seperti badai yang harus gue laluin sendirian jek. Kadang superego gue bicara untuk bisa melepas dan melupakan, tapi engga dengan EGO gue yang selalu berubah ketika ia berdiri dengan jarak tepat beberapa langkah di depan gue.... rasanya kayak ngga ketemu beras sebulan. walaupun nasi itu udah kayak aking. Hahah....

Konyol lagi ketika gue selalu memikirkan itu, sampai nerobos lampu merah yang lagi berjalan di detik 20. bersyukur karena jalannya sepi, sehingga ngga bentrok sama kendaraan lain yang juga lalu lalang. Cuma suara klakson yang bikin bising dan menyadarkan gue dari lamunan itu... lamunan yang bikin mata gue melek selalu ketika bermotor. karena biasanya kalau ngga ada yang dipikirin, gue bisa ngantuk :(

Haduh.... rasanya gue pengen banget hilang ingatan sejenak kalau gue menyimpan sesuatu, sampai batas waktu itu berakhir. Gue ngga pengin memainkan frontstage gue yang terlalu berpura-pura !. Sakit, men. Tapi keadaan mengharuskannya. mengharuskan mata ini melewati setiap duri dan kerikil yang selalu ia injak ketika berjalan bersamaan dengan waktu, asem :(

Gue juga tidak ingin lupa ingatan karena hal konyol seperti itu. Setidaknya, ada obat yang bisa menghilangkan rasa sayang, sehingga gue tidak lagi ada rasa apapun dan tidak ada tempat lagi untuknya "disini". Gue berfikir, selama ini gue ada beberapa yang dialami sama bahkan lebih dalam ketika gue sudah menyelam dari hati orang lain. Kenapa kali ini gue tidak bisa? kenapa gue tidak mencoba? , iya, mungkin gue bisa ... tapi, selalu ada tapi ketika melakukan hal yang ngga sesuai dengan nurani. Tapi butuh waktu yang lama, rasanya, gue pengin banget memohon sama tuan atau nyonya waktu untuk mempercepat nya , mempercepat sembari menjawab, dan mengubah, bahkan menghilangkan perasaan ini. 

Betapa tegar hati ini, sudah lama tercambuk oleh tali yang berwarnakan api menyala. Tanpa ia sadari!... jika boleh bercerita, hari gue sangat bernilai ketika tidak ada yang namanya gulma. dan bisa menjadi jalanan aspal yang halus. tidak ketika ada gulma, yang menyulitkan menjadi jalan aspal halus, malah bikin jalan rusak bolong-bolong. Ahahaha....
Siapa tahan berlama, lama menahannya, melaluinya, tapi itu adalah sakit yang menguatkan :) setidaknya, hadirlah orang lain lagi yang bisa menggantikannya dan mengusirnya dalam cerita hidup ini, Tuhan :(( dan mungkin semua ini akan terjawab, tapi tidak mudah untuk meyakinkan diri apakah itu sebuah jawaban tepat kalau gue tetap mengintip kaca spion~ 

Bersiap menghadapi esok hari dan seterusnya. Mata ini akan perih melihat debu bertebaran tepat depan wajah ini. Insto pun ngga bisa meredakan iritasinya. Lebih perih ketika terkena hawa memotong bawang dan cabek-cabek-an... Semangat dhit. Bisa karena terbiasa!!... :)))) 

*masih dicari obat penghilang rasa sayang* hahaha. sekali lagi thanks Velin udah jadi inspirasi terbesar dalam perubahan diri ini.
Buat kamu, jangan kayak oncom deh.. haha



Tidak ada komentar:

Posting Komentar