Sumpah..... ini adalah sebuah cerita yang pengin banget gue tulis sejujurnya dari kemarin-kemarin. Ini adalah puncak dimana rasa sakit itu muncul. Ibarat Bara Mahesa RGFM, dia amat lancar menulis ketika sedang galau. Guepun ketika ada waktu mungkin bisa nulis satu buku segala apapun yang sedang gue rasain. Subhanallah..... berasa alim jadi yang keluar bukan kebun binatang. :')) cuma bisa bilang astaghfirullah, atas apa yang terasa hingga saat ini... Ini tidak sama sekali berhubungan dengan kegiatan kampus ataupun di rumah, tapi ini, adalah cerita hati. Ini Ceritaku, Mana Ceritamu...
Ceritanya, soundtrack ketika gue lagi nulis ini, adalah Roulette - Aku Jatuh Cinta, itu lagu lama yang sempat jadi soundtrack COOKIES di jaman gue masih pakai seragam Putih Biru. Tebak sendokiran.. lagunya enak aja musiknya, bikin tenang, dengan makna lirik yang cukup menyampaikan sesuatu,. liat aja dari judulnya. Random aja dengerin ginian, mengisi hati yang benar-benar terluka, haha lebay deh.
Entah bagaimana jawaban orang lain ketika dia merasakan hal seperti, menyukai seoseorang diam-diam, yang selama ini dekat dengan dia, tapi seseorang itu sudah punya orang lain dalam hidupnya? Sakit. Sedih. Cuek. Gembira. Kesel. Malu, atau apa?!. Kalau gue akan menjawab Sakit... karena dari kata itu, sudah mewakili semuanya, tidak ada yang tau ukuran sakit untuk seseorang itu seberapa dan sebagaimana. Tapi ukuran sakit buat gue, ketika gue merasakan tulang-tulang yang saling menopang dalam diri ini perlahan remuk, dan memudar.... ketika hati gue merasakan yang namanya apel membusuk. yang kadang ngga keliatan dalamnya.... ketika nafas ini terasa hanya ada di ujung tenggorokan dan hidung jek. Ngga mengalir sempurna, udara terasa cuma sebatas botol akua satu liter men. Semangat yang tadinya kek mau lomba lari marathon, berubah seketika kayak mau adu main gundu..
Ini adalah sebuah cerita yang terserah mau dibilang fiksi atau nonfiksi, tapi cerita ini selalu saja menjadi bagian pemikiran gue ketika sedang ada dimotor menuju pulang ke rumah. dan ini masih sangkut paut dengan cerita-cerita galau yang sebelumnya pernah ada di blog ini :)
Ketika diri ini menemukan sebuah kenyamana pada orang lain, dimana ia bisa bersandar, berbicara bebas dan tertawa lepas dengan orang itu, membuatnya jatuh hati pada nya. Membuatnya berfikir bagaimana bisa menjadi bagian hidupnya. Bagaimana bisa mentransferkan simbol-simbol yang selama ini bersarang dihatinya.
Lama sudah ia berfikir dan berusaha, perasaannya masih terombang-ambing... tidak jelas kemana arahnya akan berlabuh dan menentukan. Kadang, ia berfikir tengah menikmati apa yang sudah terbentuk saat ini. kadang, ia berfikir, untuk terus melanjutkan perangnya mendapat sebuah kemenangan.... Hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk melakukan sebuah DRAMATURGI. Ia mensetting apa yang harus dilakukannya di front stage dan backstage. lagi-lagi gegara mata kuliah jadi ngomongnya rada keilmuan dikit. Haha....
Di front stage, ia telah melakukan yang terbaik untuk bisa selalu jadi bagian ditiap halaman cerita hidupnya, bagian orang yang menjadi bintang di malam harinya. Membuat semuanya seolah biasa, bahagia ketika bahagia, tersenyum ketika ia tersenyum, tertawa ketika ia tertawa, sedih ketika ia sedia... meskipun jawaban yang ia dapatkan hanyalah rasa sakit. YES. IT WORKS.
di backstage, ia tetap hanyalah manusia biasa yang terkadang lelah menahan segala rasa sakit atas dirinya dengan orang lain. melepaskan kepura-puraan ketegaran hatinya yang selama ini ia lakukan di front stage. membuat semuanya seolah tidak ada proses pembusukan hati. Tapi di sini, dirinya lah yang sebenarnya. Yang terkadang punya rasa cemburu, rasa senang, rasa sedih. Dan kebodohan ia adalah tidak bisa melawan kekerasan hatinya yang terkadang mendorongnya untuk menghilangkan segala rasa yang ada dalam hidupnya terhadapnya.
Meskipun telah mencoba, tetapi, rasa itu ibarat hantu yang terus menggentayangi kepala nya. Bagaimana tidak, kalau ia terus memandangnya dalam ingatannya, memasukinya dalam mimpi indahnya. membuat panggung sendiri. Dan walaupun sempat berhasil melawan ego terbesarnya, tetapi tetap saja kembali pada apa yang dirasakan pertama kali. Ia sempat berfikir untuk bisa melewatinya, seperti melewati apa yang sama yang telah terjadi sebelumnya. Kenapa kali ini tidak?
Ia sedang mencari jawabannya meskipun ngga ada di mbah google. Yang ada hanyalah sekumpulan toeritis yang mudah buat diucapkan tapi sulit untuk dijalankan. Gusti nu agung :(
Sudah lama ia menahan segala badai dalam perasaannya, menyaksikan apa yang membuatnya kadang terjatuh juga terbangun. Tapi bukan lagu dangdut ya :') ... entah kenapa ketika ia merasakan itu, ia tetap terus bertahan. mempertahankan apa yang seharusnya ia lepaskan.. ia hanya tersenyum topeng dalam keretakan hatinya. punya rasa diam-diam itu memang sangat menyiksa. Meluapkan pun tidak mungkin. Kadang ia lelah berada dalam posisi yang tidak jelas seperti ini. Sikapnya sungguh membuatnya terus membodohinya. Berikan ia racun! agar ia mati dalam perasaannya. Bukan malah berkembang biak layaknya anak-anak kecebong di got. Hahaha~~
Kini ia tengah menulis dengan jari-jari besarnya diatas keyboard hitam, dengan perasaan sok tegar tapi sebenarnya tidak berbentuk apa perasaannya saat ini. Hanya pura-pura tersenyum mendengar lagu yang memutar random di dalam playlistnya. Sambil sakit gigi menahan rasa cenat-cenut yang tadinya ada di kepalanya. Mau dibawa kemana semua ini, hati sudah berulang kali berusaha untuk lari dari semua ini, tapi tidak mudah ketika ia berdiri tepat dihadapannya.
Sore ini, ia melihat sesuatu yang membuatnya seperti LEGO yang dilempar sama batu. batu kali yang ukuran besar-besar, yang hancur keduanya. Itu baru bentuknya. Rasanya? Seperti film-film thriller yang badannya dipotong-potong, dan korbannya kesakitan!!~ ia..... ia yang bersama orang lain. Yang membuatnya tambah sakit adalah, apa yang pernah ia kirimkan, akan tergantikan dengan apa yang orang lainnya kirimkan kepadanya. . . tidak ada lagi ruang untuk si bulat bertengger di boneka halus nan indah, karena si bulat sudah digantikan oleh si #persegipanjangbulat yang lebih indah, lebih bagus, lebih keren dibandingkan si bulat yang sederhana..... seperti yang terjadi pada si hangat, yang sudah terganti dengan si langit. apakah ia tidak sekalipun menyadari atau menebak? sekali lagi, ia harus ingat bahwa 'dia' punya dunia nya sendiri. Jangan pernah menyentuh bahkan ikut dalam dunia lainnya itu. Hahaha... Semoga ini hanya perasaan anak muda yang hanya bergejolak pada masanya.
Haf... tapi rasanya sudah seperti lagu Ipang - Ada yang hilang. Meski pun sosoknya masih ada jelas dalam dunia nyata, bahkan dunia perasannya.
Sudah ya.... Jalani saja dengan senyuman. Karena sakit ini, adalah sakit yang menguatkan.... Meskipun entah itu padangan objektif, atau subjektif. Sugestikan dalam diri kalau ini tidak penting untuk dipikirkan. Walaupun itu teori kuno yang sebenarnya sulit dilaksanakan. Sabar menunggu sebuah miracle yang ngga pernah mungkin akan ada juga sih. Stay CALM :)))) walau and the end is hurt

.jpg)
.jpg)

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar