Ini adalah masa masa jadulnya gue sama teman-teman. Entah kenapa teringat kembali mengingat gue sudah beranjak ke masa yang lebih dewasa. masa-masa meninggalkan jaman alay nya dulu (mungkin sekarang masih). bersama mereka, gue punya tawa. punya cerita. punya bahagia. punya marah. dan punya segala hal baik bersifat positive maupun negative. :)))
Selamat datang di blog sedehana. Ketika tidak bisa bicara dalam kata, ada tulisan yang bisa menampungnya. Karena blog ngga melulu tentang informasi, tapi curahan hati. Semoga jadi inspirasi. Enjoy :)
Jumat, 30 Agustus 2013
Senin, 26 Agustus 2013
Hai Radar Neptunus !! Kangen ....
Hai Radar Neptunus ku yang udah lama banget dan sama sekali engga komunikasi sampai tadi rasa bahagia terselip dalam senyumku karena bbm dari dirimu, pagi ini hahaha... Sayangnya kamu hanya melihat dari kejauhan, dan aku pun tidak melihatmu balik, rinduuuuuuuu. Ngga sangka bakal kuat ngga komunikasi tapi buat gue adalah ketika orang lain mau berkomunikasi dengan kita, apa salahnya kalau kita mencoba untuk baik kembali? dan perasaan itu sukses pengin bikin gue ketemu... pengin ketemu radar neptunusnya gmp tahun lalu, k a n g e n .eh. Hahaha....
Tau gak? aku lagi liat foto-foto tahun lalu. emang beda ya rasanya sama yang sekarang. sangat berbeda atmosfirnya. senyum kamu, baiknya kamu, alis tebal kamu yang hampir menyatu, hahahaha.. udah, pokonya ngga bisa lagi dideskripsikan, cuma berharap bisa berjumpa esok hari dan memanggilmu kembali setelah sekian lama vakum. (Kayak apa aja ya). Kamu juga jadi bagian cerita aku, cerita ditahun 2012. cerita unik, dan menggelitik sendiri kalau diingat juga ya, haha. kalau dulu sih gila kali ya, orang baru kenal udah sok deket-deketan.
Aku yakin radar neptunus mu itu ngga akan pernah hilang dari orang-orang yang membuatmu menjadi penting, sama seperti aku, dan aku akan mencoba untuk menetralkan semua tanpa ada embel-embel seperti tahun 2012 lalu. :DD
Dari Hati... :))
Malam ini gue muter satu lagu judulnya Dari Hati by Club 18s. Entah kenapa gue jadi sangat menyukai lagu ini, lagu yang baru beberapa hari lalu gue denger disalah satu radio. Lama sudah memang lagu ini mengisi dunia musik dan mengisi daftar-daftar kenangan dihati para pecinta lagu ini. Gue juga udah sering dengar. Tapi baru kali ini gue merasakan klop dengan lagu ini... karena sejujurnya, gue adalah orang yang menyukai musik sesuai lagunya, lirik, atau melodi nya yang bersenandung menggetarkan hati ini. bukan siapa penyanyinya.
Bait demi bait... Lirik demi lirik, gue khusyuk-an ketenangan musik nya yang diiringi sentuhan jari indah yang menghasilkan nada dalam piano. Ya Tuhan, ada apakah ini? disetiap kata yang terucap dalam lagu tersebut, seperti menancap sebuah duri yang sangat bisa dirasakan. Hahaha. Melow memang, tapi apadaya, diri ini sedang terbius akan keindahan lagunya. Lagu yang juga banyak orang tau dan suka.
Lagu ini sebenarnya gue dedikasikan untuk seseorang, yang mungkin dia udah tau... tapi gue ngga pernah bisa buka identitas siapa dia, yang merasa aja lah pokonya, kalau ngga ada ya yaudah. itu menjadi bagian cerita hidup gue aja. dan tersimpan rapih seperti rak buku yang tertata rapih di sebuah ruang perpustkaan. Yang kelak akan bernoda karena jarang tersentuh. Ecieh apaansih. Hahaha
Balik lagi ke lagu, semakin klimaks lagu ini, ngebuat gue merinding merasakan suara dari vocalisnya walaupun liriknya hanya diulang-ulang. aaaak. ngga bisa gue pungkiri, sebuah lagu yang hanya diiringi satu alat musik seperti piano atau gitar akustik, bisa membuat para pendengarnya mengagumi tercangak cangak. Tapi beda cerita ketika kita menyukai lagu itu karena sama dengan apa yang dirasakan. Ahey.
Gue ngga tau sih maksud atau arti sebenarnya dari lagu ini, tapi gue suka karena setiap liriknya itu bermakna dan saling berhubungan ..
ENJOY :)))
Minggu, 25 Agustus 2013
Anonim 2 ...
Hi.. ini adalah hari ke-x aku memperhartikannya. Memperhatikan dia yang mempunyai senyum yang manis, mata yang indah, dan ciri khas yang ia miliki (hahaha dialog RGFM banget lagi nih?) Engga, ini betulan. Mungkin aku adalah orang yang bodoh karena buta akan keindahannya. Buta akan rasa permen karet yang ujungnya selalu pahit. Tapi aku juga tidak tau harus berhenti mengunyah permen karet itu kalau rasa manisnya bahkan semakin terasa.
Aku berusaha untuk jujur pada diriku sendiri apakah iya, aku mempunyai rasa sebesar itu? terkadang naluri ku berkata iya, tapi terkadang pun tidak. Aku mengiyakan memang ketika berada didekatnya, aku merasakan senang dan nyaman. dan ketika aku bilang tidak, kondisi itu ketika aku melihatnya bersama orang lain,aku mungkin jelous, tapi aku berfikir ada kah hak aku untuk seperti itu? sementara dirinya entah mengetahui atau tidak.
Kamu yang disana? Tau kah? rasa ini terlalu besar untukmu, terlalu berat untuk aku lupakan begitu saja. terlalu berlebihan. Tapi kamu tidak pernah menyadari itu bukan? tidak pernah mengerti? tidak pernah bisa mengerti apa rasanya ketika aku melihatmu dengan orang lain. ketika mendengar cerita tentangmu bersama orang lain? ketika aku berusaha untuk sabar menahan rasa gundah ketika aku tidak melihatmu sekecil satu titik pun? Ketika aku melihat bahasa non verbal mu, aku sangat yakin jawabannya pun TIDAK. Semua itu membuat aku bingung, membuat aku kecewa, sedih, atau bahkan marah pada diriku sendiri. karena bodohnya aku yang ngga bisa menunjukan itu semua. entah kenapa..
Aku hanya bisa terdiam dan memperhatikan gerak-gerikmu ketika berada tepat dihadapanku, tanpa aku bisa berkutik banyak. aku bingung harus apa. dan aku hanya merasakan canggung yang tidak dapat aku kendalikan. Ketika aku mulai berani bergerak, akupun tidak kuat bertahan dalam beberapa menit. Jantungku terlalu berdegup kencang ketika ada satu jengkal saja disamping kamu. dan membuat seolah semua didekatku menjadi beku seperti es.
OMG....aku harus apa? aku harus berbuat apa supaya ia mengerti dengan keadaan kritisnya perasaanku ini? atau aku harus melupakan semuanya? meski pasti membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Aku butuh jawaban sebagaimana Engkau berikan sebuah mimpi waktu lalu, Tuhan. Berikan aku mimpi sekali atau dua kali lagi untuk meyakinkan diri ini.
Sekali lagi yang aku pikirkan adalah aku bukan takut untuk "bersaing merebut tiket film box office saat pertama kali keluar" tapi aku takut "kehabisan tiket itu" ... Aku sadar, diri ku ini mungkin tidak akan pernah ada tempat dihidup kamu, tapi kamu, akan selalu ada tempat disini... dihidup aku, dan disetiap cerita-ceritaku, sampai kapanpun (sampai aku selesai dengan ceritamu).
Selasa, 13 Agustus 2013
Jarak Yang Mendekatkan..
Banyak orang yang mungkin berfikir, kata 'jarak' itu space atau ruang jauh diantara satu orang dengan orang lain, atau dengan banyak orang. Anggap lah seperti LDR yang dimana satu pasang terpisah dengan jarak yang jauh. Ya begitulah kurang lebih.
Tapi gue berfikir berbeda dengan pendapat itu beberapa hari kebelakang. Jarak tidak hanya menjauhkan, tapi juga bisa mendekatkan. Mendekatkan dengan apa? Wes ngga bisa gue share disini, adalah pokonya. Intinya gini, ketika sebuah jarak tercipta bukan berarti itu pemutus suatu jembatan untuk orang gunakan menyebrang. Bukan berarti menjadi batu besar yang menghalangi lancarnya jalan tol. Mungkin jarak yang gue alami adalah proses meperkuat untuk bisa berlayar dan bermuara menggunakan kapal yang sudah tua. Perlu pembenahan, dan perlu pembelajaran. Dan ketika kapal itu sudah siap dengan waktunya, layar kapal pun sangat berkibar kencang menghebuskan udara siapnya berjalan kembali dengan ombak yang bagus, langit dan cuacanya pun mendukung.
Entah kenapa bisa, tapi ini terjadi. Mungkin momentnya pas, dan tepat, dan sebagai orang yang 'dewasa' tidak ada keraguan untuk menjadikan sebuah jarak itu bukan menjadi penghalang, tapi mendekatkan. Meskipun hanya diungkapkan lewat kata-kata terdahulu, tapi itu cukup melunakkan kentang yang direbus diair dingin, yang lama akan lembeknya hahaha.... Thanks..you :))
Pernah Merasakan 'Menyesal'?
Semua orang pasti pernah merasakan sebuah penyesalan atau merasakan kehilangan kesempatan yang jelas ada didepan matanya, hanya karena kurang gerak dan rasa takut, moment itu pun hilang dan entah akan datang lagi atau tidak.
Itu gue rasain beberapa minggu lalu. ngerasa bodoh, ngerasa paling bego karena ngga bisa menggunakan kesempatan yang bener-bener ada didepan mata gue, DEPAN MATA GUE !! gue malah sia-siain gitu aja dan sekarang susah kan ? buat ngulang moment itu? Buat semuanya balik lagi dan berharap gue bisa gapai apa yang gue inginkan saat itu? Engga boooossss, enggaaaa!!! :"
Gue menyesal bukan karena hal yang yang tidak pernah gue syukuri atau ketidak puasan gue menerima apa yang ada saat ini. Tapi menyesali kenapa gue jadi orang yang sangat tidak bisa berfikir jernih kala itu, gusti :' kalau tau akan seperti sekarang, gue ngga akan pernah mengulangi kesalahan gue itu. yallah. kalau dibilang menyesal, Iya. Banget ......
Dan sekarang pun, gue masih memutar otak bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan kesempatan itu lagi. Kesempatan yang pernah gue sia-sia-in dalam beberapa hari. Dan gue berharap suatu saat, gue bisa kenaaaaal ! :' untungnya penyesalan ini terkurang karena gue masih bisa melihat.
Buat lo ! Jangan pernah sia-siain kesempatan emas yang baik buat lo. Karena belum tentu kesempatan itu akan datang untuk kedua kalinya. Meskipun ada. itu entah kapan, Karena ketika semuanya hilang, hati lo bisa jerit-jerit. Sorry bukan lebay, tapi terkadang itu terjadi.
Hi Teman-Teman Negara Belanda ku di kampus :)
Sejujurnya, ini adalah post-an gue yang ngga terencana. Gara-gara liat foto-foto yang ada di laptop, ada aja hasrat lain yang ingin gue ceritain. Padahal, awalnya, sama sekali ngga ada niatan. Tapi ini adalah hal yang menurut gue unik, jadi kenapa engga gue tulis disini?
Jadi pada post-an gue sebelumnya yang berjudul cerita parmad versi gue (kalau ngga salah) gue pernah menceritakan tentang mata kuliah komunikasi multikultural yang mengharuskan gue dan teman-teman membuat festival dari suatu negara.
Waktu itu, gue, edna, yara, raras, rifani dan bubu kebetulan digabungkan dalam satu kelompok dimana gue menjadi ketuanya. awalnya, kelompok gue memilih brazil untuk negara yang akan ditampilkan pada festival. Tapi niat itu urung karena dalam festival ini, kita tidak hanya menampilkan sejarah dan perintilannya dari negara yang akan ditampilkan, tetapi juga roleplay atau drama yang mencirikan dari negara tersebut. Akhirnya, kami memilih negara Belanda. Dan beberapa minggu sebelum kegiatan ini berlangsung, gue dan kawan-kawan memutar otak, jungkir balik untuk menampilkan sesuatu yang terbaik kelak. Karena dalam festival ini akan dipilih stand terbaik, dan roleplay terbaik. Jadi, usaha nya harus maksimal karena berkaitan dengan nilai UAS.
Stand ini dimulai dan berjalan kira-kira dua hari atau tiga hari gue lupa, haha. Tapi yang jelas, gue senang banget, aula dipenuhi stand negara-negara lain yang kelompoknya juga teman-teman gue lainnya. Sudah seperti keliling negara aja, hehehe... To do point, kelompok gue tampil dihari akhir, dan diurutan terakhir -.- dengan segala persiapan yang bisa dibilang mmmmatang. Kami mempersiapkan drama roleplay yang betul-betul mengandalkan naskah. Dan setelah melihat penampilan-penampilan kelompok lain, gokss!!! Keren-keren coy! Mereka menampilkan benar-benar budaya negara yang mereka angkat. reaksi gue dan kelompok dihari kedua. Panik! Karena kita berfikir cerita yang berandalkan naskah dengan penuh percakapan itu membosankan! Kita harus ada sesuatu yang beda. Daaaaannnn setelah waktu sore dimana hari kedua selesai, kami pun merombak isi cerita 1hari sebelum pentas. Bingung dan kepalang harus dan mau bagaimana. dan untungnya, kelompok gue bageur bageur. Mereka sangat grecep dalam menyikap suatu hal yang terdesak. Serius. Contohnya, ketika kita lagi nyari kostum negara belanda, dimana penyewaan bajunya itu sekitar 250ribu perkostum. yakali..... kita patungan ngga cuma buat kostum doang.
Dan Edna, bisa dibilang ibu peri dalam hal ini, karena dia kenal dengan seseorang yang menyewakan kostum kenegaraan dengan harga 100ribu. Alhamdulillah wasukurilah, kita langsung terjun mencari lokasi yang tempatnya berdekatan dengan mall pondok indah :" cukup jauh loh teman-teman. Tapi ngga menyurutkan semangat kita untuk menampilkan yang terbaik.
Rifani, atau biasa dipanggil acil, harus memakai baju minim dan benar-benar ala-ala belanda. Doi sih pantes2 aja makainya, cuma dia rada ngga pd sehingga harus dirayu dan dipaksa sama gue dan yang lainnya dan akhirnya diapun mau... dan dia juga sukses menghapal satu dialog dihari H :'
Yara, yang bertugas mencarikan musik dan gaya tarian yang akan dipentaskan juga membawa kabar baik dihari dimana kita akan tampil dan latihan hari itu juga dengan mengajak teman-teman lain untuk berpartisipasi dalam drama kami. Dia dan juga Raras, Edna Rela-rela sampai mengunjungi dan meminjam peralatan khas belanda di salah satu restaurant khas Belanda di daerah tebet.
Dan bubu, sama gue, mau-maunya dijadiin pasangan suami istri yang baru saja melaksanakan pernikahan. Ingat, ini adalah untuk nilai, apapun gue lakuin untuk yang terbaik dan kesuksesan kelompok kami. Dan saat pentas, sempat trouble, karna laptopnya mati dan harus panik meminjam kesana kemari tapi bukan mencari alamat. dan Bella sebagai narator juga pemegang musik (istilahnya) bersedia membantu kami. Selesai sudah, kami tampil dan menjelaskan kenapa kami memilih drama tersebut dan kaitannya dengan budaya belanda.
Di penghujung acara, diumumkan stand siapa yang terpilih dan drama roleplay terbaik. meskipun ngga dapat stand terbaik, tapi kami terpilih drama terbaik :' yang saat itu juga negara Yunani juga terpilih. Kelompok kami pun bangga dan ngga nyangka bakal terpilih... waaa thanks kawan-kawan. Gue seneng punya kelompok yang bisa berpartisipasi dengan sangaaaat baik. dan disini yang gue suka adalah, Tidak adanya Salah-Salahan atau Lempar kesalahan. Semuanya bekerja sesuai apa yang memang sudah ditugaskan :)))
Selasa, 06 Agustus 2013
Semenjak Ada Dia, Gue Ngga Pernah Berhenti Bercerita :)
Senin 5 Agustus 2013. 00.35 Di Kamar.
Rasanya pengin banget nulis, dimana kepala gue lagi mentok mikir keras untuk mengerjakan satu hal. Dan menulis adalah salah satu tempat pelampiasan gue. Kali ini gue mau cerita tentang apa ya? Tentang seseorang . Yang menginspiratif. Yang bikin semangat. Yang bikin senyum. Yang bikin salting. Yang bikin hati ini rasanya adem walaupun kadang asem. Ya dia adalah orang yang ngga pernah habis bikin gue terus bercerita tentangnya. Idiw...
Sebut saja namanya Bageur. Bukan nama sebenarnya yang pasti. Bageur itu adalah artian dari bahasa sunda yang berarti Baik, Santun, dan sejenisnya yang ditujukan pada orang. Semenjak ada dia, gue gak pernah kehabisan cerita untuk ditulis. Selalu saja ada tingkah dan kisah nya dari dia. Selalu saja ada tanda yang membekas dikepala ini ketika gue melihat senyumnya. Senyum yang mungkin jadi dambaan semua orang, Senyum yang ngga akan pernah berhenti terus memancarkan sinarnya pada orang lain yang melihatnya, seperti bintang kecil.
Belum lama, kita ketemu, dan gue sangat menantikan itu, walaupun gue ngga tau harus dan akan berbuat apa ketika sudah bertatap muka dengan mu. Tapi, kamu selalu bisa mencairkan suasana hati gue yang beku. meluluhlantakan rasa ragu untuk memulai sebuah percakapan dengan mu. menggerakan otot-otot dalam tubuh ini bekerja untuk terus bisa dekat denganmu. Ecie...
Kamu tau, pada pertemuan kita kali itu, atau berikut-berikutnya, gue ngga pernah ingin sedikit pun mengecewakanmu bageur. Gue ingin selalu mendapat nilai plus dimatamu, walaupun aku harus mengantri mendapatkannya seperti mengantri pembelian tiket kereta pulang kampung, mengantri tiket nonton breaking dawn dua, dan masih banyak lagi, Gue rela. Bukan karena gue bodoh melakukan itu, tapi ini memang dorongan hati yang selalu ikhlas melakukannya. Untuk orang yang gue hargai dan berarti serta punya tempat disini (re:Hati).
Tapi kalau gue boleh jujur, yang tidak gue kuat adalah ketika gue harus berdesakan dengan banyaknya orang yang ingin membeli tiket yang sama. Mereka yang lebih (materi dan fisik) selalu menjadi no satu dan pertama untuk bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan bageur. Sementara gue? menjadi no antrian ke 100 pun belum tentu gue bisa mendapatkan tiket itu.
Bukan masalah waktu dimana gue harus menunggu, atau dimana gue harus bersikap sabar, tapi gue ngga tau lagi bagaimana caranya biar bisa bersaing secara sehat. Bageur, tahukah kamu? Aku selalu ada cerita yang berasal dari kamu. Cerita yang bisa buka pikiran aku untuk terus menulis dan bercerita. Sekarang, ataupun kelak. Kenapa kamu ngga pernah ngerti dan ngga pernah sadar bageur?..
Aku berusaha bertahan ketika aku mendengar kamu menceritakan atau diceritakan orang lain. Aku selalu menutup kupingku dan menelan omongan itu dalam-dalam dan meyakinkan diri gue untuk tidak patah semangat. Tapi akankah itu terus bertahan? sampai kapan? kamu tau? rasa ini benar-benar ada, dan utuh. Semua orang baik dalam hidup gue, semuanya gue sayang, dan gue berusaha mencerna apa sebenarnya yang ada dalam pikiran yang ngga pernah gue ngerti ini. Kalaupun sebagai sahabat, gue akan bertindak sebagai itu. Kalau lebih dari sahabat? Gue ngga pernah berekspetasi lebih ketika gue harus melihat dengan mata kepala sendiri, obrolan kamu dengan orang lain, ekpresi kamu, semangatnya kamu. gue merasa menjadi angka nol dalam catatan hidup kamu, dan selalu punya nilai setitik dari banyaknya gumpalan besar yang merupakan orang-orang penting dalam hidup kamu bageur.
"Gue juga udah berusaha untuk melupakan semuanya, tapi ketika bertemu, selalu saja ada alasan untuk mengingatmu kembali. Yaitu melihat senyumu"
Mungkin ini adalah sebuah tulisan tak berarti, tulisan kusam dalam sebuah blog yang isinya hanya curhatan, tapi ketahuilah, semenjak ada kamu, gue ngga pernah berhenti buat cerita. Bukan berarti gue galau, tapui gue menganggapnya sebagai latihan dasar dimana gue ingin sekali menjadi penulis seperti Bernard Batubara atau para penulis muda terbitan bukun* dan bentan* ....
Bageur.... ketahuilah, i'm really proud of you. and always give a place for you're name in my life :) *sorry kalau ngga karuan. suka rada saklek* goodnight little star. terus, siapapun yang gue panggil bageur itu, belum tentu bageur yang gue maksud. -,- cuma gue dan Allah yang tau semuanya.
Langganan:
Komentar (Atom)












