Senin, 18 November 2013

Kamu Telah Memilih Pilihanmu....


Ia. seperti judulnya. Kamu Telah Memilih Pilihanmu, itu artinya, aku harus mundur dari peperangan yang tidak pernah aku ketahui apa yang harus aku lakukan......

Cah! serius amat. ini adalah sebuah cerita fiksi ataupun non fiksi, tergantung pembaca aja menilainya gimana. aih kamfret. lagi nulis ginian, now playingnya Tambatan Hatinya Five Minutes. Indonesia sih, tapi sempat jadi lagu soundtracknya drama televisi favorite gue, hahah. tapi maknanya dalem...

oke. jadi gini. ada seorang cowok yang menyukai seorang cewek di kampusnya. sebut saja cowok itu Heiji, dan cewek itu kazuha. ini detective conan apa bukan sih, Bukan. ini detective cinta. alah basi ah. oke. jadi takagi itu salah satu cowok favorite di angkatannya. pintar, ramah, meskipun tidak ganteng, tapi dia punya daya tarik tersendiri. dia pun mempunyai banyak teman.

suatu ketika Heiji merasa jatuh hati pada Kazuha, cewek paling populer dikampusnya. lama telah takagi memperhatikannya dan berhasil dekat dengannya walaupun hanya sekedar pertemanan. Heiji takut dan enggan kazuha mengetahui perasannya sebenarnya karena takut kazuha menjauh darinya. Heiji lama sudah memendam rasa pada kazuha, dengan berbagai pengorbanan yang kazuha mungkin tidak sadari. Heiji tidak pernah letih untuk terus bersigap menjadi orang nomor satu yang bergerak ketika kazuha sedang kesusahan. 

Tapi suatu hari, Heiji mendapatkan berita yang tidak mengenakan dan menjadi petir dalam dirinya dan mematahkan hatinya. Kazuha ternyata dekat dengan orang lain, dan kabarnya mereka berdua akan bersatu. sebut saja namanya Tedi. yallah .... jauh banget dari Heiji, kazuha, ke tedi. yaudah gapapah. namanya juga samaran.

Heiji merasa hancur lebur pada hatinya, tapi dirinya selalu kuat dan berusaha tegar menerima kenyataan yang ada. Heiji seringkali membiarkan dan mempersilahkan kazuha dan tedi berduaan, meskipun sedang ada dirinya. air mata Heiji rasanya ingin jatuh persecond, dan pondasi yang ia bangun untuk kazuha, runtuh seketika, tapi Heiji selalu bersikap tegar walau hatinya menjerit. Yang ia pikirkan adalah kebahagiaan Kazuha yang ia tau kazuha sangat nyaman dengan Tedi. 

Tak ada lagi jenis pisau yang membedakan rasa sakit, semua pisau seperti tertancap pada tiga titik tumpu pada badannya. tenggorokan, dada, dan perut. seolah mengoyak apa yang ada dalam tubuhnya. Lelah yang dirasakan takagi telah berlama tidak mendapatkan bendera kemenangan, dan berada dalam garis finish atas urutan nomor satu. padahal dirinya sudah berusaha untuk 'ngegas' menjadi yang utama. sampai pada satu ketika, Heiji mendengat perkataan kazuha....

"Aku suka dengan Tedi", padanya.

gue yang buat cerita ini ngga bisa kebayang gimana rasa sakitnya mendengar itu. andai kata ada anak tangga, mungkin gue naikin terus manjat genteng benerin genteng bocor. NGGAAAA! bukan. mungkin gue akan terdiam lesu sejenak.

Ya, begitupun Heiji. Dia sangat sedih dan hancur mendengarnya. Kenapa kazuha tidak pernah merasakan apa yang ia rasakan., kenapa ia tidak pernah mengerti semua bahasa yang sudah dikerahkan padanya. merasa tidak ada kesempatan di hatinya kazuha, Heiji mundur perlahan dan memutuskan untuk menjadi teman biasa untuk kazuha. meski dirinya tetap merasa sakit dan butuh lama waktu untuk melupakan orang yang selama ini mengisi hatinya. dan ia berucap di keheningan malam...

"Kamu telah memilih pilihanmu".... dengan dua tetes airmata yang jatuh tepat di kedua tangannya yang sedang mengepal. "aku akan ikhlas melepaskanmu, dan aku akan tersenyum diatas bahagiamu walau terasa menyakitkan untuku"...

ya. mungkin sebagian cowok memandang itu adalah hal yang lebai dan cengeng. Tapi tak bolehkah seorang laki-laki menangis atas rasa sakit yang ia alami? bukankan laki-laki juga mempunyai perasaan? ya, mungkin semua orang berbeda,
dan akhirnya, takagi berusaha untuk tegar meskipun jawaban sang idaman hatinya telah memilih. dan pelajaran yang dapat di petik adalah....

'pikir aja sendiri, apabila kamu mempunyai perasaan, perasaanmu akan menjawab itu"...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar