Selasa, 10 Desember 2013

Bisa dibilang kangen sih....

Terkutuk kawanku.....
Astagfirulah, salah. Teruntuk, Kawanku....

Mungkin kalimat pertama adalah kalimat yang pasti dibaca duluan lalu memberikan makna dan kesan yang lebih jujur. tapi tidak untuk ini. harus dibaca sampai habis rangkaian kalimatnya, kalau tidak, itu akan memberikan kesalah pahaman besar bahkan kehancuran.

Sebenarnya ngga niat nulis, tapi karena ngga ngantuk dan lagi main facebook, munculah niat ini, di profil facebook gue, terpampang jelas foto bersama kawanku sedang bertiga di suatu tempat beberapa waktu lalu. Rasanya, kala itu sangat nyaman, tenang, sejuk, dan masih merasakan kehangatan sebuah pertemanan.

Tapi entah kenapa belakangan ini, ada sesuatu yang mengganjal dan memudarkan rasa itu. dari semua pihak, tidak hanya menyudutkan orang lain, ya itu memang benar. pernah dengar kata 'tali yang sudah putus, tidak akan bisa disambung kembali, meskipun bisa, itu tidak akan serekat dulu' . kalimat itu seringkali diucapkan oleh orang-orang sehabis putus tapi belum bisa move on, hahaha. Lah.

Tapi, apakah kalimat itu berlaku untuk yang namanya sebuah perkawanan? apa ada yang namanya putus untuk tali perkawanan? jawabannya bisa tidak bisa ya, tergantung bagaimana para tokoh yang mengalami itu menyikapinya.
Ini mungkin terjadi saat ini dalam cerita hidup gue. Sebuah keretakan yang entah berasal darimana. Tapi ini adalah  gue anggap sebagai sebuah koreksi diri, menemukan letak kesalahan dan uji kemampuan untuk keep fighting. 

Rasa sakit, dan kecewa yang didapatkan terkadang menemukan titik lelah ketika berada dalam diam. tapi, Waktu seperti roda yang terus berputar. tidak stuck hanya dalam satu posisi. Dan dalam proses berputarnya, membuat ini semakin kuat dan membuat gue jadi manusia tangguh. HueHue. kalau kata teman gue, seperti Ultramen. Ya, mungkin begitu, tapi.... ultramen selalu berkelahi dengan musuh pasti.

Tapi tidak dengan gue, selalu ada hati nurani, dan hati yang menganggap kawan adalah kawan yang suatu saat mungkin bisa menjadi lawan. pikiran ini, dan hati ini harus tetap berpositiv thingking, karna negative malah membuat semua buyar. seperti rasa deg-deg-an berlebihan kalau mau presentasi. kata seorang teman, rasa itu harus dinetralisir supaya tidak membuyarkan pikiran. FOKUS. dan FOKUS.

Kalau diflashback kan kembali, antara kebaikan dan keburukan adalah 50:50 ketika keadaan berimbang seperti itu, susah untuk melihat apa yang jelas, dan apa yang pasti. tapi sekarang mungkin sudah 75:25. sangat signifikan memang. tapi itu real. itu terjadi.Mungkin ini adalah masa dimana ada nya sebuah perbedaan. Biarlah itu menjadi urusan masing-masing orang dan hanya waktu yang dapat mengatur nya kelak. membawanya ke arah yang lebih baik atau buruk.

Apapun yang dibawa oleh waktu, itulah konsekuensi yang harus diterima. Intinya, jalan itu kedepan, jalan itu gerak, tidak diam ditempat, dan jalan itu selalu ada halang rintang yang harus dilewati dengan tenang. Kita perlu bercermin, dimana bagian tubuh ini yang harus di 'tembak' untuk dihilangkan bekasnya. Karna kalau terlihat orang lain, akan membuat berfikir kalau ini adalah bekas kejahatan. APAAN DAH. GEGARA BANYAKAN baca detective conan. Tapi itulah intinya.

Entah apa yang membuat orang saling membunuh, tapi untuk saling membantu, perlukah ada alasan? Kebenaran hati untuk membangkitkan semangat diri, bukan untuk membunuh orang. SINICHI - RAN.

Quote by Sahabat : Orang biasa, masih memikirkan apa yang orang lain omongin. Orang luar biasa, memikirkan masa depannya- YD. 

Tapi selalu ada tempat untuk yang namanya kawan. Kecuali musuh, yang sejak kedatangannya, harus dibatasi dengan pagar api. Bila terlanjur dimasukinya, pintar-pintar untuk melewatinya, dan berhati-hati.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar