Selasa, 17 Desember 2013

Selamat 20 Tahun, Odhit :)))

18 Desember 2013, tidak terasa waktu begitu cepat membawaku ke umur 20 tahun sejak 1993 lalu. Banyak story of my life yang ngga bisa dijabarin satu persatu.... hanya point-point besar yang terekam sepanjang perjalanan hidup ku...

Di 20 tahunku, Aku.....
Menemukan orang yang lalu lalang dalam kehidupanku, sejak kecil, sejak aku menginjakan kakiku pertama kalinya, dan melihat dunia luar bersama kaki kaki mungil lainnya, yaitu teman masa kecilku, yang entah siapa dan dimana sekarang berada, itu hanya orang tuaku yang tau. Mereka juga mungkin ngga tau mungkin.... setiap aku berpindah untuk tinggal membangun 'istana' kecil bersama orang tuaku, disitulah aku menemukan cerita baru, bersama teman baru...

Setiap orang pasti lupa akan kenangan masa kecil saat bayi. akan ingat kembali ketika sudah menginjak balita. Meskipun tau, aku hanya mendengarnya dari cerita-cerita dari orang tuaku, ketika aku tumbuh gigi, ketika aku mulai berbicara, ketika aku memanggil sebutan orang tuaku dengan 'bapak' dan 'mamah', ketika aku mulai merangkak kesana kemari membuat orang tuaku khawatir, lari lari kecil didepan rumah, ketika aku menangis, dan cerita utama adalah ketika aku baru lahir dan sempat tertukar karena bapak menggendong anak orang -.- tapi tersadar ketika diberi tahu oleh suster yang merawatku......

Ketika aku beranjak ke umurku yang balita, aku senang, karena menurut cerita orang tuaku, aku lucu , setiap orang tua pasti akan menilai anaknya seperti itu ketika masih kecil. dan aku selalu ingat kasih sayang kedua orangtuaku ketika aku masih berjaket kain lembut, memeluk bantal guling berkarakter kartun, ketika aku masih menyusui dengan botol dan suka susu putih.

Bukan hanya orang yang lalu lalang, tetapi juga cerita yang penuh jatuh bangun, penuh susah senang, penuh luka tawa, semua terangkum dalam memori ku dari aku kecil, ketika aku dan keluargaku merangkak menuju sebuah 'istana megah' ini... dengan penuh semangat. Dari kecil, aku juga semua sanak keluarga, dibesarkan dengan mengutamakan agama, etika, tatakrama, sehingga aku besar dengan aturan-aturan positive keluarga yang membuatku tumbuh besar dengan masih memegang teguh yang diutamakan dalam keluarga.... 

Waktu begitu cepat sampai aku mulai masuk ke Taman Kanak - Kanak, dimana aku meminta sekolah dengan sendiri nya, walaupun kata ibu gurunya, umurku terlalu muda untuk menginjak TK Nol besar. aku menemukan orang-orang baru yang sangat membuat ku nyaman, aku belajar membaca, belajar menghitung, walaupun masih awam dengan dunia luar. aku hanya tau belajar, sekolah, biar pintar. Itu yang selalu mamah tekankan. Dan bapak bilang, sukses itu buat kamu sendiri kok,, tapi jangan lupa shalat.

Waktu terus berjalan sampai aku menginjak sekolah dasar. di masa ini, aku mulai melek dengan realita-realita yang ada di dunia, karena teman-temanku memberikan 'ilmu' baru baik atau buruk, tetapi aku selalu berfikir untuk tetap baik. pesan mamah dan bapak tetap sama. belajar, biar jadi anak pintar. Sampai pada saat ini, aku takut untuk melakukan hal yang dilarang oleh orangtuaku. karena aku tau, mereka inginkan yang terbaik untukku.

Tibalah aku di Sekolah Menengah Pertama, kembali menemukan orang baru, cerita baru. Tapi pesan dari mamah dan bapak tetap sama. SAMA. aku tidak pernah terbebani dengan pesan itu, aku malah harus tetap menjunjung tinggi pesan itu. Di SMP, aku juga lebih terbuka dengan dunia ini, karena zaman semakin berubah sesuai dengan perkembangan yang ada. 

SMA, ketika aku sudah menginjak umurku yang ke 17, tapi tetap saja pesan dan aturan akan selalu ada. aku menemukan orang-orang baru, ilmu dan pengetahuan baru, dari siapapun itu, karena kita berasal dari berbagai kalangan. sampai pada saatnya aku menginjakan kaki di universitas tempat dimana aku menimba ilmu saat ini..... 

Aku bersyukur Allah selalu bersama ku, mendengarkan setiap doaku, meskipun aku bolong-bolong ketika menghadapnya, tapi kehadirannya selalu ku rasakan dalam setiap helaan nafasku satu detik saja. Allah selalu memperkuat imanku ketika aku menemukan 'jalan berkerikil' dengan megarahkanku pada jalan yang semestinya. Allah membukakan mata dan hatiku, ketika aku merasakan gundah gulana yang kadang timbul begitu saja dalam hidupku. Allah adalah segalanya dalam hidup ini, begitupun dengan umat islam lainnya.

Terpenting lainnya dalam hidupku lainnya adalah orang tuaku, Mamah dan Bapaku..... dari sini, aku sangat mengucapkan terima kasih selama 20 tahun ini, tidak pernah letih mengurusku, menguras keringat dan tenagamu, untuk menghidupi ku sampai saat ini dengan kasih sayang, walau terkadang, balasanku belum setimpal.

Terima kasih sejak aku lahir ke dunia ini, dan berselimutkan kain pernel, menyusui, memberi makan, memberikan nafkah baik jasmani ataupun rohani, memberiku apa yang aku butuhkan dan aku minta, walau ku tau, mungkin terkadang itu berat rasanya. Tapi kalian selalu bisa membuatku terus semangat dan maju tak gentar menghadapi halang rintang kerasnya dunia ini....

Terima kasih, atas tiada lelah dan capeknya, mengurusi ku dari membedong badanku, sampai mengantar jemputku kemanapun aku pergi. Terima kasih Allah, sudah memberiku orang tua seperti mereka yang 20 tahun setiap menyayangi anaknya ini. Semoga aku dapat panjang umur dan memberikan kebanggaan bagi mereka. Karena memang itulah motivasi terbesarku.

Dan maafkan aku pak, mah, kalau baru memberi sedikit senyum bangga dari ku. Aku janji akan selalu tetap berjuang membuat bangga kalian, di 20 tahunku, juga tahun-tahun seterusnya. Semoga pintu kesuksesan benar-benar berada satu jengkal saja dari hadapanku, walau satu jengkal itu, sangat berat rasanya untuk menempuhnya.......
Singkat cerita ini, yang tidak bisa dijabarkan betapa berharga nya hidup ini dilalui dengan banyak cerita, banyak orang, banyak pengalaman.....
Happy Birthday, Odhit .



Selasa, 10 Desember 2013

MISS YOU, KAK. @/A.S

Kak. Apakabar?
KakakSehat?
Lagi Sibuk apa sekarang?
Mami  apakabar?

Sedikit pertanyaan itu, tapi satupun ngga terjawab. Lama rasanya engga ketemu. terakhir ketemu di BS. mungkin waktu yang sempit ngebuat aku, dan teman-teman AL sulit untuk berkunjung ke lokasi. Tapi rasa kangen nya udah bukan kaya fans ke idolanya, huehue, tapi seperti kakak sendiri, hehehe. ngarep. Intinya begitulah.

Rasanya makin jauh aja, jauh dalam jarak bertemu, padahal lokasi nya ngga jauh-jauh amat, haha. Terakhir, aku liat update twitter kakak sedang sakit sepertinya... tapi, semoga kakak selalu diberi kesehatan, amin. dan terakhir, denger kabar kaka, dari seseorang. sampai sekarang ngga tau lagi kakak bersama siapa, dimana, sungguh ingin rasanya bertatap muka dan mengobrol walau hanya sekedar bertanya ke empat point diatas... 

Ngga kerasa, rasanya sudah hampir 3 tahun kita kenal ya? Masih inget ga pertama ketemu? Di Kopri, dimana kakak lagi break, dengan pdnya diantar kawan mengunjungi kakak, dengan kaki dan tangan gemetar melihat orang yang dikagumi pada sebuah serial televisi, uwew.
Dengan rasa sabar dan terus mengejar, aku berharap bisa mengenal kakak, finaly, kakak membukakan pintu untuk itu. 

AAA NGGA PAHAM gimana rasa senangnya kala itu. apalagi waktu dirumah kakak pertama kali, ada hal yang sangat sangat sangat buat aku senang. dan gak pernah dilupain. Bersamaan dengan itu, aku juga mendapatkan kawan-kawan baru yang sangat ramah dan mengasyikan. mereka sangat welcome dan kompak. 
Jadi inget dengan satu masalah ketika X dengan seseorang yang baru, kita semua turun tangan melawan nya, hahaha aduh kocak. Meskipun hanya dari social media, tapi peluru twitt nya sudah seperti amunisi yang menembakan musuhnya secara cepat tanpa jeda, yang akhirnya X dengan yang baru nya itu juga kandas. Reaksi awal pas tau kabar itu, ketawa ala joker. Jahat sih... tapi yaudahlah ya engga kenal juga, Huehue.

Aku juga ngga pernah menyangka akan bisa kenal dengan kakak,serta sebagian teman dan keluarga kakak, seorang public figur yang waw menurutku. Menjenguk kakak ketika dirumah sakit, ada yang nungguin kakak take sampai pagi, ada yang dari jauh-jauh dari luar kota. Hahaha... yaampun, yang namanya kenangan emang ngga akan pernah hilang.

Tapi intinya apapun keadaannya, apapun kondisinya, apapun kenyataannya, semoga kakak diberikan kesehatan, dan kesuksesan dimanapun itu :))) tetap ingat dengan AL, walaupun aku bukan yang pertama. tapi aku salut liat act kakak kenapa kalau jadi antagonis itu dapet banget, begitupun teman-temanku bilang :')) yaudah, AL selalu mendukung yang terbaik untuk kakak, dan dengan siapa kakak . semoga dalam waktu dekat, kita bisa berkumpul kembali. Huehue~~

Bisa dibilang kangen sih....

Terkutuk kawanku.....
Astagfirulah, salah. Teruntuk, Kawanku....

Mungkin kalimat pertama adalah kalimat yang pasti dibaca duluan lalu memberikan makna dan kesan yang lebih jujur. tapi tidak untuk ini. harus dibaca sampai habis rangkaian kalimatnya, kalau tidak, itu akan memberikan kesalah pahaman besar bahkan kehancuran.

Sebenarnya ngga niat nulis, tapi karena ngga ngantuk dan lagi main facebook, munculah niat ini, di profil facebook gue, terpampang jelas foto bersama kawanku sedang bertiga di suatu tempat beberapa waktu lalu. Rasanya, kala itu sangat nyaman, tenang, sejuk, dan masih merasakan kehangatan sebuah pertemanan.

Tapi entah kenapa belakangan ini, ada sesuatu yang mengganjal dan memudarkan rasa itu. dari semua pihak, tidak hanya menyudutkan orang lain, ya itu memang benar. pernah dengar kata 'tali yang sudah putus, tidak akan bisa disambung kembali, meskipun bisa, itu tidak akan serekat dulu' . kalimat itu seringkali diucapkan oleh orang-orang sehabis putus tapi belum bisa move on, hahaha. Lah.

Tapi, apakah kalimat itu berlaku untuk yang namanya sebuah perkawanan? apa ada yang namanya putus untuk tali perkawanan? jawabannya bisa tidak bisa ya, tergantung bagaimana para tokoh yang mengalami itu menyikapinya.
Ini mungkin terjadi saat ini dalam cerita hidup gue. Sebuah keretakan yang entah berasal darimana. Tapi ini adalah  gue anggap sebagai sebuah koreksi diri, menemukan letak kesalahan dan uji kemampuan untuk keep fighting. 

Rasa sakit, dan kecewa yang didapatkan terkadang menemukan titik lelah ketika berada dalam diam. tapi, Waktu seperti roda yang terus berputar. tidak stuck hanya dalam satu posisi. Dan dalam proses berputarnya, membuat ini semakin kuat dan membuat gue jadi manusia tangguh. HueHue. kalau kata teman gue, seperti Ultramen. Ya, mungkin begitu, tapi.... ultramen selalu berkelahi dengan musuh pasti.

Tapi tidak dengan gue, selalu ada hati nurani, dan hati yang menganggap kawan adalah kawan yang suatu saat mungkin bisa menjadi lawan. pikiran ini, dan hati ini harus tetap berpositiv thingking, karna negative malah membuat semua buyar. seperti rasa deg-deg-an berlebihan kalau mau presentasi. kata seorang teman, rasa itu harus dinetralisir supaya tidak membuyarkan pikiran. FOKUS. dan FOKUS.

Kalau diflashback kan kembali, antara kebaikan dan keburukan adalah 50:50 ketika keadaan berimbang seperti itu, susah untuk melihat apa yang jelas, dan apa yang pasti. tapi sekarang mungkin sudah 75:25. sangat signifikan memang. tapi itu real. itu terjadi.Mungkin ini adalah masa dimana ada nya sebuah perbedaan. Biarlah itu menjadi urusan masing-masing orang dan hanya waktu yang dapat mengatur nya kelak. membawanya ke arah yang lebih baik atau buruk.

Apapun yang dibawa oleh waktu, itulah konsekuensi yang harus diterima. Intinya, jalan itu kedepan, jalan itu gerak, tidak diam ditempat, dan jalan itu selalu ada halang rintang yang harus dilewati dengan tenang. Kita perlu bercermin, dimana bagian tubuh ini yang harus di 'tembak' untuk dihilangkan bekasnya. Karna kalau terlihat orang lain, akan membuat berfikir kalau ini adalah bekas kejahatan. APAAN DAH. GEGARA BANYAKAN baca detective conan. Tapi itulah intinya.

Entah apa yang membuat orang saling membunuh, tapi untuk saling membantu, perlukah ada alasan? Kebenaran hati untuk membangkitkan semangat diri, bukan untuk membunuh orang. SINICHI - RAN.

Quote by Sahabat : Orang biasa, masih memikirkan apa yang orang lain omongin. Orang luar biasa, memikirkan masa depannya- YD. 

Tapi selalu ada tempat untuk yang namanya kawan. Kecuali musuh, yang sejak kedatangannya, harus dibatasi dengan pagar api. Bila terlanjur dimasukinya, pintar-pintar untuk melewatinya, dan berhati-hati.