18 Desember 2013, tidak terasa waktu begitu cepat membawaku ke umur 20 tahun sejak 1993 lalu. Banyak story of my life yang ngga bisa dijabarin satu persatu.... hanya point-point besar yang terekam sepanjang perjalanan hidup ku...
Di 20 tahunku, Aku.....
Menemukan orang yang lalu lalang dalam kehidupanku, sejak kecil, sejak aku menginjakan kakiku pertama kalinya, dan melihat dunia luar bersama kaki kaki mungil lainnya, yaitu teman masa kecilku, yang entah siapa dan dimana sekarang berada, itu hanya orang tuaku yang tau. Mereka juga mungkin ngga tau mungkin.... setiap aku berpindah untuk tinggal membangun 'istana' kecil bersama orang tuaku, disitulah aku menemukan cerita baru, bersama teman baru...
Setiap orang pasti lupa akan kenangan masa kecil saat bayi. akan ingat kembali ketika sudah menginjak balita. Meskipun tau, aku hanya mendengarnya dari cerita-cerita dari orang tuaku, ketika aku tumbuh gigi, ketika aku mulai berbicara, ketika aku memanggil sebutan orang tuaku dengan 'bapak' dan 'mamah', ketika aku mulai merangkak kesana kemari membuat orang tuaku khawatir, lari lari kecil didepan rumah, ketika aku menangis, dan cerita utama adalah ketika aku baru lahir dan sempat tertukar karena bapak menggendong anak orang -.- tapi tersadar ketika diberi tahu oleh suster yang merawatku......
Ketika aku beranjak ke umurku yang balita, aku senang, karena menurut cerita orang tuaku, aku lucu , setiap orang tua pasti akan menilai anaknya seperti itu ketika masih kecil. dan aku selalu ingat kasih sayang kedua orangtuaku ketika aku masih berjaket kain lembut, memeluk bantal guling berkarakter kartun, ketika aku masih menyusui dengan botol dan suka susu putih.
Bukan hanya orang yang lalu lalang, tetapi juga cerita yang penuh jatuh bangun, penuh susah senang, penuh luka tawa, semua terangkum dalam memori ku dari aku kecil, ketika aku dan keluargaku merangkak menuju sebuah 'istana megah' ini... dengan penuh semangat. Dari kecil, aku juga semua sanak keluarga, dibesarkan dengan mengutamakan agama, etika, tatakrama, sehingga aku besar dengan aturan-aturan positive keluarga yang membuatku tumbuh besar dengan masih memegang teguh yang diutamakan dalam keluarga....
Waktu begitu cepat sampai aku mulai masuk ke Taman Kanak - Kanak, dimana aku meminta sekolah dengan sendiri nya, walaupun kata ibu gurunya, umurku terlalu muda untuk menginjak TK Nol besar. aku menemukan orang-orang baru yang sangat membuat ku nyaman, aku belajar membaca, belajar menghitung, walaupun masih awam dengan dunia luar. aku hanya tau belajar, sekolah, biar pintar. Itu yang selalu mamah tekankan. Dan bapak bilang, sukses itu buat kamu sendiri kok,, tapi jangan lupa shalat.
Waktu terus berjalan sampai aku menginjak sekolah dasar. di masa ini, aku mulai melek dengan realita-realita yang ada di dunia, karena teman-temanku memberikan 'ilmu' baru baik atau buruk, tetapi aku selalu berfikir untuk tetap baik. pesan mamah dan bapak tetap sama. belajar, biar jadi anak pintar. Sampai pada saat ini, aku takut untuk melakukan hal yang dilarang oleh orangtuaku. karena aku tau, mereka inginkan yang terbaik untukku.
Tibalah aku di Sekolah Menengah Pertama, kembali menemukan orang baru, cerita baru. Tapi pesan dari mamah dan bapak tetap sama. SAMA. aku tidak pernah terbebani dengan pesan itu, aku malah harus tetap menjunjung tinggi pesan itu. Di SMP, aku juga lebih terbuka dengan dunia ini, karena zaman semakin berubah sesuai dengan perkembangan yang ada.
SMA, ketika aku sudah menginjak umurku yang ke 17, tapi tetap saja pesan dan aturan akan selalu ada. aku menemukan orang-orang baru, ilmu dan pengetahuan baru, dari siapapun itu, karena kita berasal dari berbagai kalangan. sampai pada saatnya aku menginjakan kaki di universitas tempat dimana aku menimba ilmu saat ini.....
Aku bersyukur Allah selalu bersama ku, mendengarkan setiap doaku, meskipun aku bolong-bolong ketika menghadapnya, tapi kehadirannya selalu ku rasakan dalam setiap helaan nafasku satu detik saja. Allah selalu memperkuat imanku ketika aku menemukan 'jalan berkerikil' dengan megarahkanku pada jalan yang semestinya. Allah membukakan mata dan hatiku, ketika aku merasakan gundah gulana yang kadang timbul begitu saja dalam hidupku. Allah adalah segalanya dalam hidup ini, begitupun dengan umat islam lainnya.
Terpenting lainnya dalam hidupku lainnya adalah orang tuaku, Mamah dan Bapaku..... dari sini, aku sangat mengucapkan terima kasih selama 20 tahun ini, tidak pernah letih mengurusku, menguras keringat dan tenagamu, untuk menghidupi ku sampai saat ini dengan kasih sayang, walau terkadang, balasanku belum setimpal.
Terima kasih sejak aku lahir ke dunia ini, dan berselimutkan kain pernel, menyusui, memberi makan, memberikan nafkah baik jasmani ataupun rohani, memberiku apa yang aku butuhkan dan aku minta, walau ku tau, mungkin terkadang itu berat rasanya. Tapi kalian selalu bisa membuatku terus semangat dan maju tak gentar menghadapi halang rintang kerasnya dunia ini....
Terima kasih, atas tiada lelah dan capeknya, mengurusi ku dari membedong badanku, sampai mengantar jemputku kemanapun aku pergi. Terima kasih Allah, sudah memberiku orang tua seperti mereka yang 20 tahun setiap menyayangi anaknya ini. Semoga aku dapat panjang umur dan memberikan kebanggaan bagi mereka. Karena memang itulah motivasi terbesarku.
Dan maafkan aku pak, mah, kalau baru memberi sedikit senyum bangga dari ku. Aku janji akan selalu tetap berjuang membuat bangga kalian, di 20 tahunku, juga tahun-tahun seterusnya. Semoga pintu kesuksesan benar-benar berada satu jengkal saja dari hadapanku, walau satu jengkal itu, sangat berat rasanya untuk menempuhnya.......
Singkat cerita ini, yang tidak bisa dijabarkan betapa berharga nya hidup ini dilalui dengan banyak cerita, banyak orang, banyak pengalaman.....
Happy Birthday, Odhit .
Happy Birthday, Odhit .
hai.. aku barusan baca blog mu soal magang di trans7. boleh tau ngirim cv dan syarat2 nya lewat email atau langsung ke trans nya? selain itu, syaratnya apalagi ya selain cv? thanks yaaa :)
BalasHapus