Senin, 25 April 2016

Kakak- Adik- an (Pret)



Tanggung jek.... ini postingan ke tiga malam ini selagi betulan engga ada kerjaan. Kali ini sih bisa gue mengkongklusikan alias menyimpulkan dari menyimak cerita kawan-kawan dan mungkin orang lain  ada yang ngalamin sendiri. Menurut gue unik aja sih buat di bahas. Hahaha...

Oke, sesuai judulnya Kakak-Adik-an. Hellow... ini lagi jaman banget nih. Lagi ngehits setelah adanya kata TTM. Jaman sekarang itu, ternyata banyak ya orang saling modus tapi ujungnya Cuma dibilang kakak-adik-an. Deuh... sakit banget yang mengalami itu. Jadi gini jek.. ceritanya, disini kita main perumpamaan aja. X dan Y, X kita namakan (Ayas) dia adalah cewek engga cantik sih tapi menarik lah... dan Y (Dito) cowok engga ganteng, tapi manislah...

Satu ketika mereka bertemu di salah satu moment yang ngga pernah terduga tapi mainstream. Kenalan di satu komunitas yang sama jek, musik. Ayas ini suka banget main gitar, dan dito, jagonya main drum. Berawal dari sama sama menyukai musik jazz, singkat cerita mereka bertemu di komunitas jazzy Indonesia (hahaha halah, ngawur).

Awalnya Dito ini ngga pernah tertarik sama Ayas, terlebih Dito punya jam terbang manggung yang lebih karena dia punya kelompok musik sendiri yang biasa main di gig cafe-cafe besar di kotanya. Sementara Ayas, adalah seorang gitaris yang sering menang lomba. Pada suatu ketika, Dito melihat postingan instagram Ayas, karena IG komunitasnya selalu mengupdate kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh anggotanya. Dito pun melihat Ayas sedang memainkan tangan lentiknya memetik gitar dengan suaranya yang lumayan bagus, merasa feel musiknya kuat banget, Dito penasaran dan akhirnya kepo dengan Ayas ini. Dito mulai sering menanggapi Ayas digrup tersebut dan mulai dekat.

Singkat cerita, Dito makin kian intensif komunikasi dengan Ayas bahkan mereka punya rencana untuk satu gig buat kolaborasi, mereka sedang menyiapkan semuanya bersama team Dito yang welcome banget sama Ayas. Tapi keadaannya mereka belum pernah ketemu karena kesibukan masing-masing. tapi, lagi.... karena keseriusan kedua pihak untuk melanjutkan misi mereka, akhirnya bertemulah di suatu tempat, engga... mereka ketemu di mall deng. Kayak anak jaman sekarang kalau lagi hangout gitu. Hahaha.
Awalnya, Dito biasa aja dengan Ayas, tertarik hanya karena sama-sama punya feel di musik yang tinggi. Tapi semakin lama mereka dekat, Dito mulai merasakan ada yang berbeda dengan Ayas, Dito mulai mencoba mendekati Ayas dengan segala usahanya. Ayas memang menanggapi nya dengan baik. Sangat baik. Dengan rasa Ke-PD-an-tingkat tinggi, Dito seraya meluncurkan modus modus kecil pada Ayas. Dito adalah orang yang ngga bisa bohong sama perasaannya. Memang tidak mudah bagi Dito untuk menyukai orang lain, tapi... sekalinya dia sudah suka, dia akan terus pertahankan orang itu. Semakin kesini, Dito makin berjuang buat bisa selalu dekat dengan Ayas. Menurutnya, berada didekat Ayas itu adalah moment kedua yang buat dia senang selain berada di gig bersama teman-temannya.

Entah Ayas mengetahui misi dibalik misi Dito, tapi yang jelas, Ayas sangat welcome dengan Dito. Tapi kenyataan pahit yang Dito dapatkan ketika berusaha stalking soal Ayas, dan mengetahui bahwa Ayas banyak yang menyukai. Dalam hatinya hanya berkata, wajar aja banyak orang yang suka dengan cewek multitasking apalagi dibidang musik. Dito mulai jiper. Entah dia harus terus bergerak atau perlahan berjalan mundur. Tapi Dito bukanlah orang yang kalah sebelum berperang. Meskipun dia tau ada satu teman dalam komunitas yang sama menyukai Ayas, dan ternyata sudah lebih lama mengenal Ayas, dia tetap fighting. Dimana Dito harus bertemu kedua orang itu didepan matanya, dan mereka terlihat akrab, Dito hanya bisa menelan pil pahit dan rasanya ingin memejamkan mata kala itu. Menutup kuping dan menguatkan hati, dan pergi. Tapi itu adalah hal kekanakan yang dilakukan remaja labil. Sebagai yang dewasa (asik), Dito bertahan demi untuk bisa terus melihat Ayas yang jarang Ia temui.

Dito mulai tidak kuat memendam perasaan sukanya pada Ayas, tapi Dito mulai dilema karena masih mengingat mantannya yang cukup lama menjalani hari bersamanya.  Hati Dito masih tertinggal bersama kenangannya. Tidak bisa Dito elak, memang Ayas adalah orang yang membuat hidupnya kian terang setelah lama redup bahkan gelap.

Dito mulai jujur pada Ayas akan perasaan sukanya. Dengan kejujurannya yang sangat amat pada Ayas... tapi ternyata, Dito harus menelan pil pahit kembali. Ke-Pd-an, pengorbanan dan usaha Dito seperti tak ada nilainya satu persen pun dimata Ayas. Kenapa? Itu yang menjadi tanda tanya besar bagi Dito hingga saat ini. Dito-pun galau kacos karena berusaha menjauh pun, Ayas melarangnya. Dan Ayas hanya berkata....

“Aku hargai kejujuran kamu, Dito, aku juga suka sama kamu, tapi sebagai kakak, dan sampai kapanpun, semoga kita bisa menjadi teman, partner, dan kakak yang baik selalu”

Hahahahaha.... aseeeem bah. Bagai terkena petir di siang bolong bagi Dito. Tapi rasa suka yang mulai beranjak sayang ini, mengalahkan segalanya. Dito tetap berdiri dibelakang Ayas untuk selalu mendukung apapun yang Ayas lakukan, meski terlihat bodoh. Dito hanya menunggu waktu yang indah ketika dia bisa melupakan Ayas.

Buat Dito, sabar ya To.....

Gue juga sedih dengernya. Tapi gue bisa apa? Cuma bisa nulis cerita lo, To. Dan berharap lo juga cepat lupain Ayas biar hidup lo lebih terang lagi. Kalau doi bisa kasih lo lampu neon, lo bisa cari lampu patron atau LED yang lebih terang lagi :”))))).

Intinya keadaan kaya gini memang bagi sebagian orang itu engga enak banget. Tapi ini dunia yang penuh dengan realistis. Banyak-banyak sabar. Dan pilihan itu kita yang menentukan. Bertahan dalam ketidak pastian atau berjalan mundur dan sakit untuk melupakan. Asik. Jangan cepat menyimpulkan dan jangan cepat suka sama apa yang lo lihat. MALAM.

C'mon... Forget It



Cuma nulis, satu-satunya pelampiasan ku kala tidak ada lagi orang yang bisa diajak bicara dan mengerti, karena akupun bingung harus cerita apa... 

Hari ini, memikirkan sesuatu yang harusnya tidak aku pikirkan, hal yang sia-sia, hal yang ngga ada ujungnya, hal yang ngga penting, dan hal yang ngga seharusnya ku pikirkan.
Ini semua memang salahku, tidak seharusnya seperti ini, akhirnya apa yang ku dapat? Kekecewaan? Bisa jadi. Kebingungan? Sepertinya iya, banget. Berada di situasi yang kadang bikin sakit, kadang bikin happy.

Bagi sesorang mungkin ini adalah tanda tanya, apasih maksudnya? Masalah apasih yang dipikirin? Siapasih objek yang ada di tulisan ini? Aku pun menjawab, ini tidak ada hubungannya dengan siapapun dan masalah apapun. Ini hanyalah perasaan yang sesaat muncul dengan sendirinya, yang nantinya mungkin akan hilang dengan sendirinya.

Seandainya aku tau apa yang aku pikirkan pun, aku tidak akan menulisnya. Aku akan memilih Dia sebagai pundaku bersandar dan bercerita. Sayangnya aku tidak ingin membuatnya larut dalam pikiranku yang tidak jelas.

Seperti postingan- postingan sebelumnya, dimana aku merasakan hal demikian. Serupa. Tapi tidak sama.  Kala itu aku bicara bahwa akan ada waktunya dimana aku akan tertawa lepas ketika melupakan semuanya. Dan aku percaya Allah akan mendatangkan waktu itu. Ketika itu tiba, aku akan tertawa selebar- lebarnya.............

Tugasku sudah selesai di step ini. Sudah cukup. Aku tidak bisa terus seperti ini. Berada dalam situasi yang penuh kepura-puraan. Tunggu, apa hanya perasaan sensitifku? Seseorang pernah bilang kalau kita ngga boleh sensitif. Sensitif itu menduga duga apa yang kita ngga pernah tau... kalau kata seseorang bilang itu namanya “insecurities”. GAK BOLEH. Karena apa yang kita pikirkan itu suka salah. Tapi aku juga bermain feeling yang hampir nggak pernah meleset. Terus aku harus bagaimana?

Jumat, 22 April 2016

Thursday Night :)


Langit nampak gelap meski tidak hujan....
Tanaman tampak layu, karena tidak ada air yang menyiramnya...
Laut terasa hampa tak disertai angin dan desiran ombaknya...

Beberapa penggalan kalimat yang bisa mendeskripsikan malam ini.... entah, rasanya aku ingin menuangkan semuanya. Namun jemariku terhenti dan berfikir, perlukah aku menulisnya? Adakah pengaruhnya? adakah... adakah? Sepertinya tidak. Hanya sebuah tulisan yang akan usang pada saatnya.

Tuhan, aku selalu belajar dan berusaha, untuk lebih baik ke depannya. Belajar dari masa lalu dan tidak mengulanginya, atau jatuh dilubang yang sama. Terkadang itu sulit, karena aku harus menghadapi situasi yang sama, membuka lagi luka yang sudah mengering.

Aku hanya terdiam dalam lamunanku, sepanjang aku berjalan. Aku tidak ingin mengecewakannya. Aku hanya ingin dia bahagia meski aku harus tertatih. Aku tidak ingin menjadi penghalang baginya, aku ingin membebaskannya terbang seperti burung yang menemukan nafasnya di udara sana dibandingkan saat berada di sangkarnya.

Tuhan, beri kekuatan.. ini bukanlah hal pertama yang aku lewati. Sebelum ini, aku sudah rasakan SAKIT yang amat SAKIT, sakit yang membuatku harus menitihkan air mata walau ku tau dan ku sadar saat ini, itu adalah hal terbodoh yang pernah aku lakukan. Membuang mutiara yang harusnya di simpan. Jadi, bukanlah hal yang sulit jika aku harus melewati-nya lagi.

Tuhan, aku sangat menyayanginya, dan aku selalu berdoa, sibuknya dan sibuku kelak menjadi berkah untuk kita berdua. Jauhkan aku dari pertanyaan omong kosong tentang kami... buatlah aku menjadi tuli ketika aku harus mendengar yang tidak ingin aku dengar. Buatlah aku menjadi buta, ketika aku melihat apa yang membuat hatiku sakit.

Ia bukanlah yang pertama bagiku, aku sudah merasakan jatuh bangunnya membina suatu hubungan dan itu membuatku terus belajar. Tapi kadangkala aku berfikir, haruskah semua yang ku rasakan, baik buruknya ku pendam sendiri?

Entahlah,
Aku hanya berserah dan berdoa pada-Nya, yang terbaik. Bila nyatanya diberikan ketidak sesuaian dengan kemauan, aku yakin Tuhan punya rencana indah dibaliknya. Aku hanya menunggu waktu dan melewatinya dengan “senyuman”.

Kalau kata Isyana,
“Seribu satu cara kita lewati tuk dapatkan semua jawaban ini....”
Haseeek :D satu lagu yang lagi aku suka.... Shane - Beautiful in White

 www.youtube.com

Ketika aku rindu Bapak....



Aku kembali duduk dikasur, memakai kacamataku dan membuka laptopku. Meski meja belajar hanya berjarak beberapa centi di depanku, tapi aku lebih menikmatinya seperti ini. Ditemani sekotak milo dan mendengarkan musik, sama seperti aktifitas biasanya sebelum aku tertidur.

Malam ini begitu melow... entah, aku ingin sekali menulis lagi dan menuangkan apa yang aku ingin tumpahkan. Malam ini aku rindu sama bapak. Dari kecil, aku sangat dekat dengan bapak, awalnya aku tak biasa ketika kita “LDR” tapi karena urusan pekerjaan, aku mencoba biasa. Tapi malam ini, aku rindu, rasanya ingin cepat cepat hari itu tiba, dimana bapak pulang dan pergi sama keluarga.

Nyaman, satu kata yang utama ketika bersama bapak. Walau hanya sekedar lempar- lemparan boneka, kentut-kentutan, sampai apapun yang ku minta bapak pasti penuhi.
Hati ini sedang mendayu, entah apa yang membuatnya seperti itu, aku enggan memikirkan dan berharap ketika ku bangun nanti, aku sudah tidak ada lagi rasa mendayu itu. Sama halnya melupakan sesuatu yang mengacaukan suasana hati, yaitu dengan tidur.

Senin, 18 April 2016

Back To The World 555



Welcome ke THE REAL WORLD. Dunia yang benar- benar nyata. Hahaha. Setelah lama vakum, dan tertarik buat nulis ala ala, akhirnya, gue memutuskan untuk mencoba kembali memposting tulisan yang semuanya apa yang ada di kepala gue. 

Meskipun berada di tengah-tengah sibuknya dunia kerja ini, (JIE... mentang-mentang sudah kerja), gue masih punya satu GOAL yang belum terealisasi dari jaman Kuliah karena selalu tertunda dengan kesibukan dunia kampus. Gue PENGIN PUNYA BUKU. Buku disini adalah buku terbitan. Bisa teenlit, bisa novel, bisaaaa apa aja. Berhubung gue suka baca, rasanya nggak afdal kalau gue juga ngga punya karya.

Sebenernya ide ini muncul sudah lama, draft pun sudah gue buat. Tapi nggak selesai sampai sekarang (Sedih.....). Sambil mempersiapkan itu semua, gue iseng buat cerita kali ini, apa ya? Seputar kerjaan kah? Seputar pertemanan kah? Seputar hubungan kah?(Hm.. yang ini ntar dulu kali ya hahaha).
Terkadang gue memandang hidup begitu lucu. Meskipun ngga semuanya bisa buat tertawa. Kenapa? Lucu aja, karena kita ngga bisa prediksi dengan siapa kita bertemu dan dengan siapa saja kita hidup di masa mendatang. Kita bisa ngerasain perasaan Jengkel sampai Senang terpingkal- pingkal dalam waktu yang juga kita nggak tau. Why? Karena kita berada di dunia yang waktunya terus berputar dan setiap centi perputarannya, pasti kita menemukan hal baru.

NOW. Contohnya, gue berada dalam dunia Fansbase Fon Sananthachat alias Dao kalau di hormones sih (Serial Thailand yang lagi banyak di gandrungi di sana.) Intinya dan singkatnya, gue suka banget sama FON karena lucu. Matanya sipit, dan tingkahnya bikin Emesh emesh gimana gitu. Finally, gue bergabung dengan komunitas yang isinya juga para penggemar yang sama. Bertemulah gue dengan karakter orang-orang baru. Bentar..... kayanya gue mulai punya ide terinspirasi dari sini, sepasang manusia yang saling jatuh cinta karena bertemu di sini tapi mereka ngga bisa bersatu karena satu hal. Bukan sepasang sih. Tapi beberapa yang terjebak cinlok hahahahahahah.
AH. IYA BENER !!.
Kayanya gue harus matengin nih konsepnya. Siapa tau, ceritanya bakal menarik dan banyak yang mengalami hal sama. Dan berhubung udah nemuin titik terangnya sedikit, gue coba matengin dulu dan nyari benang merahnya dulu.