Tanggung jek.... ini postingan ke
tiga malam ini selagi betulan engga ada kerjaan. Kali ini sih bisa gue
mengkongklusikan alias menyimpulkan dari menyimak cerita kawan-kawan dan
mungkin orang lain ada yang ngalamin
sendiri. Menurut gue unik aja sih buat di bahas. Hahaha...
Oke, sesuai judulnya
Kakak-Adik-an. Hellow... ini lagi jaman banget nih. Lagi ngehits setelah adanya
kata TTM. Jaman sekarang itu, ternyata banyak ya orang saling modus tapi
ujungnya Cuma dibilang kakak-adik-an. Deuh... sakit banget yang mengalami itu. Jadi
gini jek.. ceritanya, disini kita main perumpamaan aja. X dan Y, X kita namakan
(Ayas) dia adalah cewek engga cantik sih tapi menarik lah... dan Y (Dito) cowok
engga ganteng, tapi manislah...
Satu ketika mereka bertemu di
salah satu moment yang ngga pernah terduga tapi mainstream. Kenalan di satu
komunitas yang sama jek, musik. Ayas ini suka banget main gitar, dan dito,
jagonya main drum. Berawal dari sama sama menyukai musik jazz, singkat cerita
mereka bertemu di komunitas jazzy Indonesia (hahaha halah, ngawur).
Awalnya Dito ini ngga pernah
tertarik sama Ayas, terlebih Dito punya jam terbang manggung yang lebih karena
dia punya kelompok musik sendiri yang biasa main di gig cafe-cafe besar di
kotanya. Sementara Ayas, adalah seorang gitaris yang sering menang lomba. Pada suatu
ketika, Dito melihat postingan instagram Ayas, karena IG komunitasnya selalu
mengupdate kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh anggotanya. Dito pun melihat
Ayas sedang memainkan tangan lentiknya memetik gitar dengan suaranya yang
lumayan bagus, merasa feel musiknya kuat banget, Dito penasaran dan akhirnya
kepo dengan Ayas ini. Dito mulai sering menanggapi Ayas digrup tersebut dan
mulai dekat.
Singkat cerita, Dito makin kian
intensif komunikasi dengan Ayas bahkan mereka punya rencana untuk satu gig buat
kolaborasi, mereka sedang menyiapkan semuanya bersama team Dito yang welcome
banget sama Ayas. Tapi keadaannya mereka belum pernah ketemu karena kesibukan
masing-masing. tapi, lagi.... karena keseriusan kedua pihak untuk melanjutkan
misi mereka, akhirnya bertemulah di suatu tempat, engga... mereka ketemu di
mall deng. Kayak anak jaman sekarang kalau lagi hangout gitu. Hahaha.
Awalnya, Dito biasa aja dengan
Ayas, tertarik hanya karena sama-sama punya feel di musik yang tinggi. Tapi
semakin lama mereka dekat, Dito mulai merasakan ada yang berbeda dengan Ayas,
Dito mulai mencoba mendekati Ayas dengan segala usahanya. Ayas memang
menanggapi nya dengan baik. Sangat baik. Dengan rasa Ke-PD-an-tingkat tinggi,
Dito seraya meluncurkan modus modus kecil pada Ayas. Dito adalah orang yang
ngga bisa bohong sama perasaannya. Memang tidak mudah bagi Dito untuk menyukai
orang lain, tapi... sekalinya dia sudah suka, dia akan terus pertahankan orang
itu. Semakin kesini, Dito makin berjuang buat bisa selalu dekat dengan Ayas. Menurutnya,
berada didekat Ayas itu adalah moment kedua yang buat dia senang selain berada
di gig bersama teman-temannya.
Entah Ayas mengetahui misi
dibalik misi Dito, tapi yang jelas, Ayas sangat welcome dengan Dito. Tapi
kenyataan pahit yang Dito dapatkan ketika berusaha stalking soal Ayas, dan
mengetahui bahwa Ayas banyak yang menyukai. Dalam hatinya hanya berkata, wajar
aja banyak orang yang suka dengan cewek multitasking apalagi dibidang musik.
Dito mulai jiper. Entah dia harus terus bergerak atau perlahan berjalan mundur.
Tapi Dito bukanlah orang yang kalah sebelum berperang. Meskipun dia tau ada
satu teman dalam komunitas yang sama menyukai Ayas, dan ternyata sudah lebih
lama mengenal Ayas, dia tetap fighting. Dimana Dito harus bertemu kedua orang
itu didepan matanya, dan mereka terlihat akrab, Dito hanya bisa menelan pil
pahit dan rasanya ingin memejamkan mata kala itu. Menutup kuping dan menguatkan
hati, dan pergi. Tapi itu adalah hal kekanakan yang dilakukan remaja labil. Sebagai
yang dewasa (asik), Dito bertahan demi untuk bisa terus melihat Ayas yang
jarang Ia temui.
Dito mulai tidak kuat memendam
perasaan sukanya pada Ayas, tapi Dito mulai dilema karena masih mengingat
mantannya yang cukup lama menjalani hari bersamanya. Hati Dito masih tertinggal bersama
kenangannya. Tidak bisa Dito elak, memang Ayas adalah orang yang membuat
hidupnya kian terang setelah lama redup bahkan gelap.
Dito mulai jujur pada Ayas akan
perasaan sukanya. Dengan kejujurannya yang sangat amat pada Ayas... tapi
ternyata, Dito harus menelan pil pahit kembali. Ke-Pd-an, pengorbanan dan usaha
Dito seperti tak ada nilainya satu persen pun dimata Ayas. Kenapa? Itu yang
menjadi tanda tanya besar bagi Dito hingga saat ini. Dito-pun galau kacos karena
berusaha menjauh pun, Ayas melarangnya. Dan Ayas hanya berkata....
“Aku hargai kejujuran
kamu, Dito, aku juga suka sama kamu, tapi sebagai kakak, dan sampai kapanpun,
semoga kita bisa menjadi teman, partner, dan kakak yang baik selalu”
Hahahahaha.... aseeeem bah. Bagai
terkena petir di siang bolong bagi Dito. Tapi rasa suka yang mulai beranjak
sayang ini, mengalahkan segalanya. Dito tetap berdiri dibelakang Ayas untuk
selalu mendukung apapun yang Ayas lakukan, meski terlihat bodoh. Dito hanya
menunggu waktu yang indah ketika dia bisa melupakan Ayas.
Buat Dito, sabar ya To.....
Gue juga sedih dengernya. Tapi
gue bisa apa? Cuma bisa nulis cerita lo, To. Dan berharap lo juga cepat lupain
Ayas biar hidup lo lebih terang lagi. Kalau doi bisa kasih lo lampu neon, lo
bisa cari lampu patron atau LED yang lebih terang lagi :”))))).
Intinya keadaan kaya gini memang bagi sebagian orang itu
engga enak banget. Tapi ini dunia yang penuh dengan realistis. Banyak-banyak
sabar. Dan pilihan itu kita yang menentukan. Bertahan dalam ketidak pastian
atau berjalan mundur dan sakit untuk melupakan. Asik. Jangan cepat menyimpulkan
dan jangan cepat suka sama apa yang lo lihat. MALAM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar