Cuma nulis, satu-satunya pelampiasan
ku kala tidak ada lagi orang yang bisa diajak bicara dan mengerti, karena
akupun bingung harus cerita apa...
Hari ini, memikirkan sesuatu yang
harusnya tidak aku pikirkan, hal yang sia-sia, hal yang ngga ada ujungnya, hal
yang ngga penting, dan hal yang ngga seharusnya ku pikirkan.
Ini semua memang salahku, tidak
seharusnya seperti ini, akhirnya apa yang ku dapat? Kekecewaan? Bisa jadi.
Kebingungan? Sepertinya iya, banget. Berada di situasi yang kadang bikin sakit,
kadang bikin happy.
Bagi sesorang mungkin ini adalah
tanda tanya, apasih maksudnya? Masalah apasih yang dipikirin? Siapasih objek
yang ada di tulisan ini? Aku pun menjawab, ini tidak ada hubungannya dengan
siapapun dan masalah apapun. Ini hanyalah perasaan yang sesaat muncul dengan
sendirinya, yang nantinya mungkin akan hilang dengan sendirinya.
Seandainya aku tau apa yang aku
pikirkan pun, aku tidak akan menulisnya. Aku akan memilih Dia sebagai pundaku
bersandar dan bercerita. Sayangnya aku tidak ingin membuatnya larut dalam
pikiranku yang tidak jelas.
Seperti postingan- postingan
sebelumnya, dimana aku merasakan hal demikian. Serupa. Tapi tidak sama. Kala itu aku bicara bahwa akan ada waktunya
dimana aku akan tertawa lepas ketika melupakan semuanya. Dan aku percaya Allah
akan mendatangkan waktu itu. Ketika itu tiba, aku akan tertawa selebar-
lebarnya.............
Tugasku sudah selesai di step
ini. Sudah cukup. Aku tidak bisa terus seperti ini. Berada dalam situasi yang
penuh kepura-puraan. Tunggu, apa hanya perasaan sensitifku? Seseorang pernah
bilang kalau kita ngga boleh sensitif. Sensitif itu menduga duga apa yang kita
ngga pernah tau... kalau kata seseorang bilang itu namanya “insecurities”. GAK
BOLEH. Karena apa yang kita pikirkan itu suka salah. Tapi aku juga bermain
feeling yang hampir nggak pernah meleset. Terus aku harus bagaimana?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar