Senin, 29 Juli 2013

Anonim .....

Mungkin sebagian orang mengartikan bahwa BBG adalah bahan bakar gas. Tapi Bukan, yang gue maksud BBG disini adalah Benar-Benar Galau. Ngga asing kan sama yang namanya Galau? Dan ngga perlu dijelasin lagi berarti apasih galau itu.

Ada cerita sedikit dihari minggu ini. Mungkin aneh dan ngga masuk akal ketika kita menyayangi, menyukai, atau jatuh cinta pada seseorang dalam waktu singkat . Tapi itu bisa terjadi kan? Bisa kapan aja, dimana aja, dan sama siapa saja. 

Aku pikir, kamu tau apa yang aku rasain selama ini...
Aku pikir, kamu mengerti apa yang aku inginkan selama ini...
Aku pikir, kamu bisa nerima kenyataan yang sebenarnya....

Walaupun aku ngga tau dan sekedar menerka-nerka, tapi aku tau kamu tidak menyukai bila aku mendaratkan perasaan ini pada mu. Aku ngga tau, alasan apa yang buat kamu seperti itu. Aku ngga berani nanya atas rasa penasaran aku, tapi sikapmu terbaca olehku. 
Sungguh sakit rasanya menerima kenyataan seperti itu, walaupun diri ini sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik, tapi tetap tidak bisa, aku hanyalah rakyat jelata yang menginginkan pangeran yang menjadi idaman para wanita ... yang hanya menyaksikan para permaisuri berlomba mendapatkan hatimu....

Aku ingin memberikan sesuatu untukmu, aku ingin engkau melihatnya, aku bersusah payah untuk bisa masuk ke dalam istanamu , tapi didepan pintu gerbang, kamu perlahan mengusirku, dan menutup semua pintu untuku masuk. Hanya pintu dapur yang kamu biarkan terbuka, itupun adalah tempat yang jarang, bahkan tidak pernah untuk kamu intip sekalipun....

Aku terkadang lelah harus terus seperti ini . Aku harus kuat bersaing dengan para permaisuri, harus memutar otak agar kamu mau sedikit saja menoleh ke arahku, tapi tetap tidak bisa, aku hanyalah setitik bulatan hitam yang tidak berarti dimatamu, bukan? Perasaan ini terus menghantuiku, juga dengan pertanyaan- pertanyaan yang aku ngga bisa jawab.

Sungguh seandainya kamu mengetahui isi hati ini, hanya namamulah terukir dengan sangat baik, tapi kamu menghancurkannya perlahan-lahan sampai aku tidak tau lagi harus bicara apa dan melakukan apa. Bagimu, mudah untuk memutuskan, tapi tidak bagiku.

Kuingat dulu kamu seringkali menyapa ku dideretan permaisuri yang menyapaku. Tapi kamu berubah, entah apa yang membuatmu seperti itu. Dan atau mungkin ini hanyalah perasaanku semata, semoga, Karena sungguh pedih sebenarnya menahan dan merasakan 'sedih tak berujung ini'. Hahaha..


-ANONIM, NEGERI MIMPI-

Baca Deh.. Serius. Setitik Ilmu, Sejuta Makna :)

Bismillahirahmanirahim.. Satu doa yang gue panjatkan kali ini untuk tulisan gue. Malam ini memang rasanya sangat membuat nafsu untuk menulis gue sedang memuncak, banyak hal yang sebenarnya ingin dituangkan. Sangking banyaknya, gue bingung mau yang mana duluan, awalnya gue ingin menulis tentang sesuatu, tetapi diperjalanan pulang buka bersama bareng teman SMA, gue mendapatkan setitik ilmu, sejuta makna... Apasih itu?

Sebuah percakapan kecil antara gue dan Rani tentang masa depan. Tentang siapakah yang akan menjadi pasangan kita kelak? Tentang akan jadi apakah kita kelak? Dan bagaimana kah untuk menjawab itu semua?. Begini, awalnya gue bertanya sama Rani.

'Ran, pernah kepikiran ngga sih buat nikah muda?' entah kenapa gue pengin aja nanya seperti itu.

'Heh.. apaan sih ngomongnya' mungkin Rani berfikir gue mikirnya kemana- mana dengan menanyakan hal seperti itu.

'Ih engga serius, cuma nanya, habis sering kan teman kita nikah muda gitu, berkeluarga, dsb'

'Iya kepikiran sih, kenapa emang?'

'Oh kalau gue kenapa ngga kepikiran ya Ran? Bukannya mau nikah tua atau gimana juga, tapi buat gue hal yang menjadi prioritas gue adalah sukses menjadi 'orang' dulu baru memikirkan demikian' gue jawab dengan santai.

'Iya sih Dhit, dijaman kaya gini mending kita sukses dulu aja, banggain orang tua. Lo kan satu-satunya kebanggaan dan kesayangan bokap lo (nyokap juga, dominan sih bokap), ya lo harus buat mereka bangga' sekiranya begitu Rani bilang.

'Tapi Ran, gue kadang takut sama yang namanya pernikahan. Kalau dari pengalaman gue aja, baru pacaran udah putus. Gimana nanti kalau udah menikah? Gimana nanti kalau cerai? Kalau cowok mah ngga keliatan, tapi cewek? Dan sementara, nikah itu kan alangkah baiknya cuma satu kali...' gue membalas.

Dan gue benar-benar dapat ilmu disini. Rani menjawab....

'Nih Dhit ya, gue kasih tau. Kalau kita orang baik, pasti dapat orang baik. Jadi sebenarnya Jodoh itu ada ditangan manusia itu sendiri, Allah cuma menyediakan cowok baik, cowok jelek. Dan Allah itu hanya mengatur kelahiran dan kematian. Sama kaya menggapai sebuah tujuan, semua prosesnya tergantung sama manusia itu sendiri'

(Cowok Jelek disini, bukan fisiknya, tapi akhlakNya)

'Dulu gue percaya kalau orang yang menikah itu artinya jodoh. Tapi sebenarnya belum tentu' begitulah tambahan Rani.

Dengan rasa penasaran dan masih ngga ngudeng, gue tanya, Maksudnya Ran?

'Jadi tuh, orang-orang yang bercerai, sama Allah sudah ditentukan. Ada kalanya Allah mengikuti apa yang kita inginkan, tapi suatu saat, kitalah yang harus mendengar kata-kata Allah dengan cerai itu'

Gue tambah ngga ngerti apa maksud Rani, sekali lagi dia menjelaskan dengan studi kasus dan gue pun menyimak.

'Jadi misalnya, gue cewek nggak baik, mendapatkan cowok yang ngga baik juga, ngga pernah doa, ngga pernah bersyukur, dan minta petunjuk Allah,alias cinta buta. ya Allah juga gamau lah ngasih petunjuk, dan Allah cuma mengiyakan / mengikuti keinginan gue untuk nikah sama cowok itu. Tapi suatu saat kita yang harus mendengar kata-kata Allah, ya dengan cerai itu. Apapun masalahnya'

'Makanya, selama kita proses mencari dan memilah mana orang yang baik buat kita, kita harus berdoa dan meminta petunjuk, biar nantinya kita dapat yang baik. Sehingga Allah tidak menurunkan kata 'cerai' pada kita kelak'

'Sebenarnya ngga cuma itu juga, mau ngelupain orang pun, intinya kita harus berdoa dan meminta petunjuk, percaya kalau kita baik, pasti bakal dapat orang yang baik' dan kalau misalnya orang yang kita inginkan menjauh atau sama makna, ya berarti orang itu ngga baik buat kita'

Gue pun tertegun dan mencoba mencerna untuk selalu diterapkan dalam hidup gue.

'Oh itu ya Ran, percaya pada qada dan qadr'

'Iya bener Dhit'

Begitulah percakapan singkat antara gue dan Rani disaat rasa dalam diri ini ngga tenang, Allah selalu memberikan jawaban atas pertanyaan yang gue pertanyakan meskipun lewat perantara yaitu Rani. Dan semoga ini bisa menambah pengetahuan bagi orang lain.
Gue lupa nanya Rani tau darimana, yang jelas, gue yakin dia berkata apa adanya. 
(Rani - Mahasiswi UHAMKA - Matematika)

Kamis, 25 Juli 2013

I Hope, I get a Miracle, someday...

Susah banget rasanya mendapatkan apa yang kita inginkan, atau berusaha mewujudkan keinginan kita. Susah rasanya menggapai sebuah 'keajaiban' kalau kita sendiri ngga gerak dan berusaha. Kaki ini memang tidak pernah letih membimbingku untuk terus berani berjalan menuju apa yang aku inginkan saat ini. Keinginan yang sederhana tapi sulit mendeskripsikannya.

Mulut ini tidak pernah letih menyuarakan apa yang aku inginkan. Berbicara tentang apa yang ingin aku raih. Tapi otot-otot dalam mulutku seperti berhenti ketika aku berhadapan dengan apa yang aku inginkan saat ini. Dan hanya matalah yang dapat menjadi saksi kebisuan sementara ku itu. Kepala ini selalu berusaha memutar otak agar menemukan cara terbaik untuk menyentuh saja sedikit apa yang telah aku lihat.

Kesempatan selalu datang padaku, tapi keberanianku, seperti harus diuji. Seperti anak SMA yang menunggu lulus ujian dengan kabar yang membahagiakan. Aaah Tuhan, aku berharap suatu hari aku dapat 'keajaiban'. Keajaiban yang dapat membawaku selangkah demi langkah menuju apa yang aku inginkan. Mengasah keberanianku untuk terus melawan angin yang dingin meskipun aku ada di siang hari.

Aku ngga ingin berekspetasi lebih atas apa yang aku dambakan, aku hanya ingin merealisasikan nya dalam bentuk nyata, jelas, dan tidak transparan. Aku juga ngga ingin hanya berangan dalam awan yang kelam, langit yang mendung. Aku harus bisa dapat apa yang sekiranya mudah untuk aku dapatkan. Dengan cara, dan doa, aku harus bisa !. Dan hanya dengan 'keajaiban' itulah aku mampu berjalan diatas air yang mengalir cukup deras, tapi tidak menyurutkan tekadku untuk terus mengayuh dayung yang sangat berat . . .

Senin, 22 Juli 2013

Mungkin, aku kagum….



Ini sebuah cerita yang baru aja muncul di hari ini setelah berbuka puasa di LG Bank Mega bersama Sarah, ditengah perbincangan aku sama dia, ada satu sosok ditengah ramainya LG Bank Mega yang menarik perhatian aku. Siapa dia?

Dia adalah orang yang duduk di depan es teler 77 bersama dengan teman-temannya, dan aku bilang ke sarah, “Sar, kakak yang itu manis ya, hidungnya mancung”

“Iya, manis” begitulah kata Sarah.
Sebenarnya itu bukan kali pertama ngeliat dia, udah sering berlalu lalang disekitar kantor walaupun aku ngga tau dia ada dilantai berapa. Setelah selesai makan, aku dan Sarah balik ke atas dan aku melewati kakak itu sambil melirik. Sebelum ke atas, kita mampir ke toilet. Dan disana aku bilang,

“Sar, mau deh kenalan”
“Iyak dah ayo gue temenin”
“Engga ah Sar, yakali :’)”

Dan sarah bilang, ternyata kakaknya itu sdang pdkt sama temannya yang menemaninya makan saat itu. Setelah keluar dari toilet, aku meliriknya dan Sarah ngeGas…

“Udah kali woy, ngga usah diliatin mulu” ZLEB ! Hahaha, entah keturunan dukun mana sampai doi tau kalau gue ngelirik. Berharap, satu saat nanti, aku bisa kenal Kakak :) ….

Minggu, 21 Juli 2013

RGFM itu 'JEMPOL'

Ada yang tau RGFM? itu memang berupa singkatan. Singkatan yang berkepanjangan 'Radio Galau FM' mungkin ada yang belum tau? Itu adalah novel yang ditulis oleh Bernard Batu Bara, dan difilm kan oleh iqbal rais (kalau ngga salah, gue lupa). Menurut gue, film itu sangat amat keren. Mereka mengemasnya dengan sangat remaja dan sesuai dengan fenomena kegalauan anak remaja masa kini. Di film itu, bermain para bintang seperti Dimas Anggara sebagai Bara Mahesa dan Natasha Rizki sebagai Velin Caliandra. Awalnya, gue sama sekali ngga suka sama film ini, apaansih, ngga jelas banget, pikir gue saat itu. Nah, film ini based on true story, dari novel RGFM, setelah gue baca, memang ada sedikit perbedaan antara jalur cerita dengan yang ada dibuku. dan itu memang salah satu cara untuk menarik peminat, gitu deh intinya.


Nah ! Bagaikan karma besar-besaran, gue ngerasain banget apa yang RADJA nyanyiin, Benci jadi Cinta. awalnya gue suka banget sama film ini ketika gue lagi ada masalah sama seseorang yang saat itu penting dalam hidup gue. Dan waktu hari kamis malam, (entah kapan, gue lupa) salah satu televisi swasta memutarkan film itu, dengan sifat orang Indonesia banget alias KEPO, gue tontonlah itu film. DAN .... DAN ..... DAN .... GOKS!!! Ceritanya keren banget, ngga berat-berat banget tapi mean nya sampai banget, menarik lah pokoknya. dan yang jadi point plus adalah, rasanya, apa yang ada dijalan film cerita itu, sama kaya realita hidup gue saat itu yang lagi bermasalah sama..... (ngga perlu diulang kan ya?) MULAI BESOKNYA, gue bahas bahas film itu terus sampai teman-teman kampus gue pun tau, kalau gue suka banget film itu. Dan parahnya, Velin yang diperankan oleh Natasha Rizki, di film itu sama apa yang gue alamin dan rasain. Edaaannn... sampai sekarang, gue terus menerus bermetamorfosis jadi seperti Velin. hahaha....

Oia, gue belum ceritain sedikit ya, RGFM ini berceritakan tentang fenomena kegalauan anak remaja yang berkaitan dengan Cinta. Bara seorang anak SMA yang bercita-cita menjadi penulis, dan ingin mempunyai cewek impiannya. Ketika dia menemukan seseorang itu, yaitu Velin, tapi rasa ketidaknyamanan datang setelah beberapa bulan jadian sama Velin karena sikap Velin yang tidak membuat Bara nyaman. Bara pun berselingkuh dengan Diandra, salah satu kakak seniornya. Bara jadian dengan Diandra ditengah statusnya sedang break sama Velin. Velin yang mengetahui kabar itu langsung memutuskan Bara. Hidup Bara berubah ketika jadian sama Diandra. Dia malah makin kusut dan galau karena sifat Diandra lebih kacau daripada Velin. Bara teringat memori nya ketika bersama Velin dan mengajaknya balikan, sayangnya, Velin sudah bersama orang lain. Bara sempat galau, tapi dia lekas move on dan berhasil meraih impiannya menjadi penulis. begitu sih yang gue tangkep. Untuk cerita selanjutnya, enaknya nonton sendiri sih. Dan RGFM ini salah satu film Indonesia yang amat gue 'JEMPOLIN'

Sampai ketika ada mata kuliah penulisan Naskah Tv, yang mengharuskan untuk membuat program drama tv, gue mengangkat RGFM menjadi bentuk series dengan pemain dan alur cerita yang sedikit berbeda tapi tetap kena sasaran *cah..... Dan gue senang banget beberapa hari yang lalu, gue diemail sama dosen tamu, perihal ini. Gue gak berani berekspetasi lebih, tapi dengan diemailnya kaya gitu, gue ngerasa seneng banget dan BANGGA, juga sama teman-teman sekelompokan gue yang udah jungkir balik ngerjain. Hahaha.... Ini nambah ke-PD-an gue untuk terus berkarya, berimajinasi, dan berkhayal.




Gue sangat mengakui Film ini sangat berpengaruh dalam metamorfosis hidup gue. Inspirasi gue banyak gue dapat dari sini, dan thanks Velin, sudah berkarakter dengan baik dan gue sukaaaaa!!!.
RGFM juga film yang ngga pernah bosen gue tonton meskipun udah berkali-kali diliat diyoutube, baca novelnya sampai gue beli dvdnya. Idiw :D

Sabtu, 20 Juli 2013

(JEJE & JOJO) MEMENDAM, MENAHAN, DAN MELUPAKAN #2



Menyambung dari cerita yang pertama, Teman Jeje bertanya..

“Yakin ngga sama perasaannya? Mau bilang gitu?”

“Iya Insyallah Yakin Kok”

Yaudah selama beberapa jam berfikir, Jeje mengungkapkan perasaannya pada Jojo, antara deg-deg-an dan takut juga sih awalnya, tapi Jeje inget niatnya, dia Cuma pengin Jojo tau tanpa berekspetasi lebih. Dan Jeje Cuma takut Jojo merasa gimanaaaa gitu kan harus dapat ungkapan seseorang yang tiba-tiba.

Jeje bilangnya di sms, karena dia tau, kalau bertemu langsung, ada aja moment yang ngga bisa dia temuin untuk ngomong sama Jojo. Jeje bilang sejujur-jujurnya, dan sedetail-detailnya sampai Jeje lega banget. Menurut Jeje, diungkapin atau engga, itu ngga akan ngerubah keadaan alias sama aja, jadi lebih baik Jeje ungkapkan, dan apa yang terjadi nanti, udah Jeje pikirkan dan Jeje udah pasrah. Soalnya kalau kata teman Jeje, “Akan selalu ada pelangi setelah hujan” GITU...

Respon dari Jojo pun positive, tapi Jojo rada-rada gitu deh -,- masih aja nanya apa maksudnya. Jeje ngga tau apa Jojo emang ngga ngerti atau gimana. Tapi yaudah lah ya, semua berbalik ke Jojo, toh dia bisa mikir apa kata-kata Jeje.

Habis itu JEJE dan JOJO masih berkomunikasi baik, dan beberapa hari kemudian, Jeje ke kampus untuk merapihkan ruangan tempat komunitas berkumpul. Alangkah terkejutnya, melihat Jojo sedang bersama orang lain di taman kampus, dia, dan Jeje mengenalnya, tapi tidak begitu kenal. Sebatas mengenal nama dan wajah. Jeje pernah dengar, Jojo sempat menyukai orang itu, berwajah manis, dan menarik. Jeje pun terdiam beberapa saat melihatnya, Jeje serasa dunia ini terhenti beberapa saat dan tidak ada lagi oksigen dirongga hidung dan tenggorokannya.

Jeje menutup wajahnya dengan tas yang ia tentengnya. Seolah ingin marah tapi tidak bisa. Jeje bukan siapa-siapa Jojo. Jeje pun hanya memperhatikan mereka dari jarak jauh, tanpa berani menegur Jojo, dan tiba-tiba, Jojo menoleh ke arahnya tanpa sengaja, dan Jojo hanya tersenyum pada Jeje, tapi Jeje tidak bergerak dengan ekspresi lesunya. Dalam hatinya berkecamuk, dan rasanya ingin lekasi pergi dari situ. Sayangnya ruangan komunitas itu tepat berada didepan taman, Jeje hanya ingin menjalankan tugas piketnya kala itu, karena itu merupakan tanggung jawab Jeje. Dalam hati Jeje bergeming, ‘Seandainya JOJO tau apa yang Jeje rasa saat ini, Jo....’

Lama rasanya melihat mereka berdua bersama, sampai Jeje tertegun dan tersadar, dirinya memang tidak boleh cemburu, IYA, CEMBURU, Jeje memang merasa itu, tapi Jeje berusaha sadar. Kalau memang orang itulah yang bisa menyenangkan Jojo, orang itulah yang mungkin akan dipilih oleh Jojo. Jeje ngga boleh egois dan memaksakan ego Jeje. Jeje memang sudah berusaha, tapi kalau Jojonya engga mau, Jeje bisa apa?

Jeje mikir sejenak, dan bicara dalam hatinya ‘Kamu akan selalu ada tempat dihidup aku Jo’ walaupun Jeje ngga yakin Jojo tau itu. IYA, KARNA JEJE HANYA BICARA DALAM HATINYA. Mendung kala itu Jeje melihat Jojo bersama orang lain.

Dari hal ini Jeje sadar, dirinya hanya bisa menahan, memendam, dan melupakan, itulah kata-kata yang korelasinya sangat kuat dengan apa yang Jeje rasakan saat itu.

Menahan, dari segala rasa cemburu, dan keegoisan.

Menahan dari segala perasaan yang berlebihan, kaya alay yang pakai baju oren,kuning, pink, ngejreng banget disiang hari. Tau kan silaunya kayak apa?

Memendam, perasaan sayang yang amat besar pada Jojo, tapi tidak bisa terealisasikan.

Memendam segala rasa sakit yang dia terima sebagai konsekuensi menyukai Jojo.

Memendam apa yang dia rasakan, se-mu-a-nya.

Melupakan, berusaha melupakan apa yang ada didalam hatinya pada Jojo. Itu adalah hal yang sangat sulit, tapi Jeje harus sadar, terkadang apa yang kita inginkan, ngga sesuai sama keadaan aslinya. Jeje Cuma berusaha sabar dan ikhlas . dan Jeje bicara pada dirinya, kalau Jojo nanti sama orang lain, Jeje harus terima, Jeje ngga boleh marah atau sedih/ kecewa. Tapi Jeje akan selalu jadi orang yang bisa bantu Jojo KAPANPUN, DIMANAPUN. Karena Jeje Cuma pengin liat senyum Jojo.

Jeje berharap, suatu saat nanti, Jeje bener-bener bisa lupain Jojo. Karena Jeje juga ngga mungkin bertahan dengan rasa sakit nya .Mungkin Jeje bisa bertahan, tapi Jeje Cuma manusia biasa yang ngga bisa nyembunyiin perasaannya. Menurut, Jeje, Jojo itu sempurna, tapi Jeje berasa punya atelophobia, yaitu ketakutan akan ketidak sempurnaan, yang jauh berbeda dimiliki Jojo, dan Jojo pantas mempunyai orang yang sama dengannya.

JO... Kita ada event lagi.. dan kamu, sama dia Jo? Bergumam Jeje dalam hatinya. Semoga berjalan lancar Jo.

Gitu cerita Jeje dan Jojo, tunggu cerita selanjutnya. Semoga, apa yang berjalan dicerita Jeje dan Jojo jadi inspirasi buat banyak orang :))

(JEJE & JOJO) MEMENDAM, MENAHAN, DAN MELUPAKAN #1



Malam minggu identik dengan malamnya para remaja dimana mereka hangout, kongkow bareng sampai pacaran. Sebenarnya ngga Cuma kaula muda juga, banyak orang menghabiskan waktu bersama keluarga nya. Karena kalau menurut lagu, malam minggu adalah malam yang panjang.

Waktu gue nulis, sekarang juga hari sabtu jam 10 malam, masih dibilang sore sih,bagi sebagian orang. Tapi gue malah duduk didepan laptop sambil ngetik beralaskan karpet dan meja kecil untuk menanggung beban laptop gue. NGAPAIN? NULIS dong. Salah satu kebiasaan juga hobi gue disaat lagi ada waktu luang. Bukan karena ada waktu luang juga, tapi kalau menurut BARA MAHESA, “Semenjak Kenal Dia, Gue Ngga Pernah Kehabisan Cerita Untuk Ditulis” walaupun gue sendiri ngga tau Dia nya itu siapa. Haha..

Langsung masuk topik aja, capek juga kalau harus berbasa-basi. Kaya nasi yang didiemin 2 hari kalau kata Velin mah kitu. Hahaha. Tetep ya quotesnya RGFM selalu masuk di kamus tulisan dan hidup guehhhhhh....

Apa tulisan gue hari ini? Liat aja judulnya, Memendam, Menahan, dan Melupakan. Ngga jauh-jauh dari itu ya pasti. Intinya, cerita tentang sebuah rasa pada orang lain yang muncul dengan sendirinya, tapi selalu ada hal yang ngga bisa untuk mempersatukan rasa itu sehingga hanya bisa dipendam, ditahan, dan dilupakan. Ngga usah tanya rasa itu apa. Rasa UNIVERSAL. Bertepuk Sebelah Tangan? Ah itu kata-kata klasik. Itu berlaku kalau salah satu diantaranya ya ingin bersama. Beda sama cerita gue kali ini, GIMANA? Iya nanti simak aja ya... seenggaknya, penulis bisa lega dengan menulis .

Jadi disini, ada dua orang tokoh, yang menyukai sebut saja JEJE dan yang disukai namanya JOJO. NGGA ADA NAMA LAIN? Sebenarnya gue juga bingung. Tapi nama ini gue ambil dari salah satu pasangan sahabat gue yang jauh disana bersama pacarnya yang sekarang udah engga. Padahal pacarannya udah beberapa tahun dan sangat romantic. Itulah tanda bahwa kita ngga akan tau apa yang akan terjadi kelak. Semuanya bisa berubah, dan apa yang kita inginkan terkadang tidak sesuai dengan kenyataan. Dhits, 19 Tahun Lagi Nulis. Back to the topic ya.

Pada suatu hari Jeje bergabung salam sebuah komunitas penulis di kampusnya, karena Jeje suka menulis, Jeje sangat antusias mengikuti setiap kegiatan yang ada didalamnya. Seperti komunitas-komunitas biasanya, akan selalu ada anggota lama, dan anggota baru. Tahun ini Komunitas Penulis yang dikenal KOPIM atau Komunitas Penulis Muda merecrut anggota baru. Ada satu kelompok yang beranggotakan 3 orang dari jurusan DKV masuk kedalamnya, yang juga junior Jeje. Tapi Jeje sama sekali belum mengenal mereka sebelumnya. Nama 3 orang itu, BOBO, KOKO, sama JOJO. Nah awalnya, Jeje ngga yakin bakal dekat sama mereka atau engga, karena ada beberapa faktor yang dia pikirkan, dan karena didalam sebuah komunitas itu dibutuhkan suatu kekompakan, Jeje pun berusaha untuk mendekat, dan ternyata benar saja. BOBO, KOKO, dan JOJO, lama kelamaan dekat dengan Jeje. Waktu ada malam pelantikan Jojo sangat aktif memberikan pendapatnya, dan sangat ramah terhadap Jeje. Jeje mulai menyukai Jojo. Tapi Jeje belum yakin apakah masih bisa dekat dengan ketiga orang itu. Singkat cerita, ada event dari komunitas itu, namanya BUKBER bukan BUKA BERSAMA. Tapi Bedah Buku Bersama yang diikuti oleh seluruh mahasiswa/i DKV Se-Jakarta. Karena ini event besar dan pertama kali dilakukan, maka event ini harus berjalan dengan lancar, kompak, baguslah minimal. Dan untuk mewujudkan itu, Kerjasama team harus diprioritaskan.

Disini Jojo tervoting untuk berperan sebagai ketua pelaksana, dan Jeje sebagai kaderisasi dimana dia harus menganalisis sekiranya apa yang akan dibahas dan buku apa yang akan dibedah nanti. BUKAN OPERASI juga ya! Didiskusiin maksudnya. Buku yang menjadi minat para pemuda kala itu. Jeje sebenarnya ragu akan Jojo, tapi dia salah menilai. Jojo sangat profesional dalam menjalankan tugasnya. Suatu hari..

“Kak JeJe, gimana, udah ketemu belum kira-kira kita nanti akan bedah buku siapa?” karena berbeda satu tahun, Jojo merasa harus memanggil kakak pada Jeje, walaupun Jeje ngga merasa ingin dipanggil kakak.

Jeje kaget ketika Jeje intensif bertanya pada nya, karena sebelum itu, Jojo belum pernah menanyakan langsung padanya.

“Ah, Hm, belum Jo, lagi nyari”

“Oh Yaudah, nanti kalau kak Jeje udah tau idenya, langsung kasih tau aku ya”

“Oh Iya Jo” begitulah Jeje membalas segala persapaan dari Jojo.

Sampai pada hari dimana event itu berlangsung, JOJO sukses membawa event itu ke arah berhasil tapi tetap saja selalu ada yang kurang, yaaa 97% lah. JEJE sebagai penghobi nulis dan baca, juga turut bangga pada event itu. Jeje seneng banget bisa berhasil dan merasa usaha dan pekerjaannya selama ini tidak sia-sia, tentunya dengan teman-teman lainnya, dan JOJO.

“Kak Jeje, makasih ya udah mau bantuin Jojo ngelaksanain acara ini”

“Iya Jo, sama – sama, makasih juga udah jadi ketua pelaksana yang good job”

Dari situlah Jeje mulai menaruh hati pada Jojo, entah apa rasanya itu, Jeje pun bingung. Dan dari situlah, Jeje dan Jojo intensif berhubungan walaupun hanya smsan. Dan mereka saling bercanda satu sama lainnya. Satu hari Jeje mendapat kabar yang merupakan petir bagi nya yang menjadi pohon. KENAPA? Setelah Jeje mencari tau tentang Jojo, ternyata, Jojo merupakan idola diangkatannya dan di SMA nya dulu, banyak yang mengejarnya, tapi Jojo belum memutuskan pada siapa hatinya berlabuh.

Jeje lesu mendengarnya, merasa rivalnya itu banyak, dan kemungkinan untuk bisa dekat dengan Jojo itu sangatlah kecil, apalagi bersama. Rasanya, saat itu JEJE mau loncat aja dari menara bank mega, dan engga mau ketemu Jojo lagi.  Jeje berusaha buat lupain Jojo, tapi Jojo malah hadir disetiap mimpinya Jeje, ngebuat Jeje jadi kepikiran terus sama Jojo dan selalu menghubungi Jojo. Oh my god. Jeje bingung harus berbuat apa. Jeje gak tau gimana cara menghapus Jojo dari ingatanya, sampai suatu saat, Jeje cerita pada temannya. Dan temannya bilang. “Coba Curhat Sama Allah”

Jeje pun mengikuti ucapan temannya. Saat solat subuh, Jeje bercerita tentang masalahnya pada Allah. Begini....

“Yallah, Jeje sayang sama Jojo, Jeje mau Jojo selalu ada buat Jeje, tapi Jeje tau itu ngga mungkin terjadi yallah. Jojo ngga suka sama Jeje. Jeje harus apa? Jojo pasti akan memilih orang-orang disana yang lebih dari pada Jeje. Jeje bingung. Kasih petunjuk buat Jeje Yallah” begitulah sekiranya Jeje curhat pada Allah. Dan allah benar-benar baik, Allah menjabah doa Jeje. Pagi harinya, Jeje shock karena diberi mimpi.... mimpi yang intinya menunjukan IYA MEMANG, JOJO MEMILIH ORANG LAIN. Dan mimpi itu sangat jelas terekam dalam ingatan Jeje. Jeje sedih harus tau jawaban itu.

Sekarang Jeje udah tau dan udah dapat jawaban. Jeje juga tau harus apa, tapi semua kembali tergantung pada Jeje maunya gimana. Jeje pun masih engga bisa nerima mimpi itu, Rasa sayangnya itu begitu kuat sampai Jeje ingin sekali mengungkapkannya. Jeje galau ... galaunya melebihi Velin yang mau putus dari Bara, hahaha..

Semakin hari, Jeje berusaha meminimalisir perasaannya pada Jojo, tapi sulit, Jeje pun cerita pada salah satu temannya untuk niatnya mengungkapkan perasaannya. Hanya mengungkapkan, dan Jeje sudah bermaklumat kalau dirinya tidak berharap apa-apa, hanya ingin Jojo tau perasaanya selama ini. Temannya bilang..

“Yaudah , sok aja atuh bilang sama dia”

“Iya, tapi habis ini siap-siap sakit hati ya :’)”

“Jangan ngerasa sakit hati, tapi Lega Hati” begitulah kata Teman Jeje, yang bikin

Jeje mikir IYA JUGA SIH. Jeje kan Cuma berusaha mengungkapkan saja. KIRA-KIRA, JEJE BAKAL BILANG NGGA YA SAMA JOJO SOAL PERASAANNYA?