Senin, 29 Juli 2013

Anonim .....

Mungkin sebagian orang mengartikan bahwa BBG adalah bahan bakar gas. Tapi Bukan, yang gue maksud BBG disini adalah Benar-Benar Galau. Ngga asing kan sama yang namanya Galau? Dan ngga perlu dijelasin lagi berarti apasih galau itu.

Ada cerita sedikit dihari minggu ini. Mungkin aneh dan ngga masuk akal ketika kita menyayangi, menyukai, atau jatuh cinta pada seseorang dalam waktu singkat . Tapi itu bisa terjadi kan? Bisa kapan aja, dimana aja, dan sama siapa saja. 

Aku pikir, kamu tau apa yang aku rasain selama ini...
Aku pikir, kamu mengerti apa yang aku inginkan selama ini...
Aku pikir, kamu bisa nerima kenyataan yang sebenarnya....

Walaupun aku ngga tau dan sekedar menerka-nerka, tapi aku tau kamu tidak menyukai bila aku mendaratkan perasaan ini pada mu. Aku ngga tau, alasan apa yang buat kamu seperti itu. Aku ngga berani nanya atas rasa penasaran aku, tapi sikapmu terbaca olehku. 
Sungguh sakit rasanya menerima kenyataan seperti itu, walaupun diri ini sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik, tapi tetap tidak bisa, aku hanyalah rakyat jelata yang menginginkan pangeran yang menjadi idaman para wanita ... yang hanya menyaksikan para permaisuri berlomba mendapatkan hatimu....

Aku ingin memberikan sesuatu untukmu, aku ingin engkau melihatnya, aku bersusah payah untuk bisa masuk ke dalam istanamu , tapi didepan pintu gerbang, kamu perlahan mengusirku, dan menutup semua pintu untuku masuk. Hanya pintu dapur yang kamu biarkan terbuka, itupun adalah tempat yang jarang, bahkan tidak pernah untuk kamu intip sekalipun....

Aku terkadang lelah harus terus seperti ini . Aku harus kuat bersaing dengan para permaisuri, harus memutar otak agar kamu mau sedikit saja menoleh ke arahku, tapi tetap tidak bisa, aku hanyalah setitik bulatan hitam yang tidak berarti dimatamu, bukan? Perasaan ini terus menghantuiku, juga dengan pertanyaan- pertanyaan yang aku ngga bisa jawab.

Sungguh seandainya kamu mengetahui isi hati ini, hanya namamulah terukir dengan sangat baik, tapi kamu menghancurkannya perlahan-lahan sampai aku tidak tau lagi harus bicara apa dan melakukan apa. Bagimu, mudah untuk memutuskan, tapi tidak bagiku.

Kuingat dulu kamu seringkali menyapa ku dideretan permaisuri yang menyapaku. Tapi kamu berubah, entah apa yang membuatmu seperti itu. Dan atau mungkin ini hanyalah perasaanku semata, semoga, Karena sungguh pedih sebenarnya menahan dan merasakan 'sedih tak berujung ini'. Hahaha..


-ANONIM, NEGERI MIMPI-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar