Sabtu 13 July 2013 12.50 siang-siang main
handphone, di layar wallpaper selalu ada tanggal, bulan, dan tahun yang
menunjukan dimana kita berada dalam konteks waktu. Juga ada angka yang
menunjukan kalau buka puasa masih beberapa jam lagi. Salah Fokus!! Hahaha.
Kali ini post-an gue adalah Juli ‘berbeda’
kenapa? Iya, gue ngerasain sesuatu yang sangat amat berbeda dari tahun-tahun
sebelumnya, dan mungkin ada beberapa yang lain yang juga merasakannya. Besok adalah tanggal 14 Juli, itu artinya itu
tahun ke tiga. Hanya beberapa orang yang tau akan ‘tahun ke tiga’ . tahun
pertama, itu adalah awal yang sangat menyenangkan dimana otot-otot diantara
tubuh ini masih kencang dengan badannya. Begitulah istilahnya, gue ngga mau
ngebuka apa yang sebenarnya.
Tahun kedua pun, masih terasa kuat otot- otot
itu dan kuat untuk menggerakan badan yang lebih ingin bergerak cepat ketimbang
bekerjanya otot-otot. Iya, itu masih amat terasa dan masih bahagia karena
elemen- elemen yang ada didalam tubuh masih sempurna bekerja.
Tahun ke tiga. Ini berbeda. Semua otot- otot
mengendur seolah ingin lepas dari badan yang bergerak sendirinya dan keluar
dari zona pergerkan otot yang seharusnya. God, apa maksudnya? Ngga tau apa yang
membuat hal itu terjadi, dari otot nya kah yang sudah tidak mampu lagi bekerja
di satu badan, atau memang badan itu tak lagi bisa bekerja dengan otot-ototnya?
SEDIH rasanya bila mengingat dan merasakan sesuatu yang membuat jarak
diantaranya.
Dulu, saat ini, adalah saat dimana kita
sedang balapan sepeda bareng- bareng tapi ngga ada kata yang menang, dan kalah,
karena kita punya satu tujuan, menuju garis finish, merangkul teman-teman lain
untuk ikut dan darisitu juga, kita punya yang namanya sebuah benang merah untuk
terus balapan bersama. IYAKAH Bertahan? Itu jawaban yang ngga......... eh belum
bisa gue tetapkan. (itu menurut gue sih).
Tuhan, adakah hal yang bisa mempersatukan,
mengakrabkan, mendekatkan, dan menghilangkan perbedaan diantara kami seperti
dulu? Apakah yang salah saat ini? Adakah yang bisa diperbaiki? Atau haruskah
waktu diputar kembali ke tiga tahun yang lalu? Engga, itu adalah hal yang
sangat tidak mungkin. Kasih kita jalan terbaik tuhan, untuk tetap bersama, atau
sebaliknya....
Gue Cuma bisa berpositive thingking dan
berfikir mungkin tahun ini, lebih banyak instropeksi diri, kekurangan dan
kelebihan apa yang dirasakan, siapakah yang salah....... Ngga tau, gue ngga mau
menyudutkan orang lain dengan kata salah. Karena disini kita bicara hak, hak
yang dimiliki seseorang untuk memilih. Dan pilihan itu pasti yang terbaik untuk
dirinya, atau sebaliknya.
Ibarat surat, kini perangko yang ditempeli
lem tidak lagi merekat dengan sempurna seperti pertama kali ditempelkan, surat
tiga tahun lama nya yang dijaga, dan disimpan dengan baik, mungkin sudah menjadi
kusam karena pesan yang ada didalam surat itu, tak pernah sampai pada tujuannya
(lagi). Surat itu memang berkelana, tapi tidak pernah sampai.
Aaaaah! Jujur gue merasakan rindu dan sedih,
tapi gue inget hal- hal yang bisa ngebuat gue sadar sesuatu kalau kita ini ada
sebuah jarak dan range. Dari nilai 1-10, kita dan kamu berada dalam angka 1 dan
9. Jauh bukan? Entahlah mana yang membuat seperti itu, Cuma berharap akan ada
miracle yang bisa mempererat lem yang sudah tidak lekat pada sebuah surat dan entah
apa yang bisa membuatnya seperti itu. Dari suratkah yang mau bertahan, atau
dari perangko yang ingin tetap menempel pada surat, itu sebuah kesadaran tinggi
masing- masing. Thanks :)
Tujuan dari balapan sepeda itu kini tidak
jelas dimana, sehingga membuat para pembalap mencoba mencari tujuannya
masing-masing, tidak lagi bersorak ramai untuk membawa sebuah bendera
kebersamaan dititik puncak :’(
Sebenarnya ngga kepikiran, tapi yang namanya
dijalani ditahun ketiga, wajar akan selalu ada memori yang teringat ‘tentang
kita’.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar