Kamis, 20 Februari 2014

Di Cari......

Lagi-lagi, judulnya masih nyangkut sama film RGFM yang paling paling paling gue suka... Kalau di film, ada scene dimana Velin ngetweet 'Dicari benang untuk merajut masa lalu'  di saat dia lagi galau - galaunya dan lagi break sama Bara Mahesa, karena Bara Mahesa lagi dekat sama Diandra alias orang ketiga. Kambing~hahaha...

Mungkin cerita gue kali ini berbeda. yang gue cari adalah benang lain... bukan merajut masa lalu. Karena ngga ada yang harus disambung dari masalalu gue. Tapi  Dicari Obat Penghilang Rasa Sayang........... *jleb.

Iya, sudah beberapa waktu belakangan ini, itulah yang ada dikepala gue selama pergi-pulang naik motor bekasi - jakarta , rumah-kampus. yang bener-bener seperti badai yang harus gue laluin sendirian jek. Kadang superego gue bicara untuk bisa melepas dan melupakan, tapi engga dengan EGO gue yang selalu berubah ketika ia berdiri dengan jarak tepat beberapa langkah di depan gue.... rasanya kayak ngga ketemu beras sebulan. walaupun nasi itu udah kayak aking. Hahah....

Konyol lagi ketika gue selalu memikirkan itu, sampai nerobos lampu merah yang lagi berjalan di detik 20. bersyukur karena jalannya sepi, sehingga ngga bentrok sama kendaraan lain yang juga lalu lalang. Cuma suara klakson yang bikin bising dan menyadarkan gue dari lamunan itu... lamunan yang bikin mata gue melek selalu ketika bermotor. karena biasanya kalau ngga ada yang dipikirin, gue bisa ngantuk :(

Haduh.... rasanya gue pengen banget hilang ingatan sejenak kalau gue menyimpan sesuatu, sampai batas waktu itu berakhir. Gue ngga pengin memainkan frontstage gue yang terlalu berpura-pura !. Sakit, men. Tapi keadaan mengharuskannya. mengharuskan mata ini melewati setiap duri dan kerikil yang selalu ia injak ketika berjalan bersamaan dengan waktu, asem :(

Gue juga tidak ingin lupa ingatan karena hal konyol seperti itu. Setidaknya, ada obat yang bisa menghilangkan rasa sayang, sehingga gue tidak lagi ada rasa apapun dan tidak ada tempat lagi untuknya "disini". Gue berfikir, selama ini gue ada beberapa yang dialami sama bahkan lebih dalam ketika gue sudah menyelam dari hati orang lain. Kenapa kali ini gue tidak bisa? kenapa gue tidak mencoba? , iya, mungkin gue bisa ... tapi, selalu ada tapi ketika melakukan hal yang ngga sesuai dengan nurani. Tapi butuh waktu yang lama, rasanya, gue pengin banget memohon sama tuan atau nyonya waktu untuk mempercepat nya , mempercepat sembari menjawab, dan mengubah, bahkan menghilangkan perasaan ini. 

Betapa tegar hati ini, sudah lama tercambuk oleh tali yang berwarnakan api menyala. Tanpa ia sadari!... jika boleh bercerita, hari gue sangat bernilai ketika tidak ada yang namanya gulma. dan bisa menjadi jalanan aspal yang halus. tidak ketika ada gulma, yang menyulitkan menjadi jalan aspal halus, malah bikin jalan rusak bolong-bolong. Ahahaha....
Siapa tahan berlama, lama menahannya, melaluinya, tapi itu adalah sakit yang menguatkan :) setidaknya, hadirlah orang lain lagi yang bisa menggantikannya dan mengusirnya dalam cerita hidup ini, Tuhan :(( dan mungkin semua ini akan terjawab, tapi tidak mudah untuk meyakinkan diri apakah itu sebuah jawaban tepat kalau gue tetap mengintip kaca spion~ 

Bersiap menghadapi esok hari dan seterusnya. Mata ini akan perih melihat debu bertebaran tepat depan wajah ini. Insto pun ngga bisa meredakan iritasinya. Lebih perih ketika terkena hawa memotong bawang dan cabek-cabek-an... Semangat dhit. Bisa karena terbiasa!!... :)))) 

*masih dicari obat penghilang rasa sayang* hahaha. sekali lagi thanks Velin udah jadi inspirasi terbesar dalam perubahan diri ini.
Buat kamu, jangan kayak oncom deh.. haha



Kamis, 13 Februari 2014

Sakit yang Menguatkan .....


Sumpah..... ini adalah sebuah cerita yang pengin banget gue tulis sejujurnya dari kemarin-kemarin. Ini adalah puncak dimana rasa sakit itu muncul. Ibarat Bara Mahesa RGFM, dia amat lancar menulis ketika sedang galau. Guepun ketika ada waktu mungkin bisa nulis satu buku segala apapun yang sedang gue rasain. Subhanallah..... berasa alim jadi yang keluar bukan kebun binatang. :')) cuma bisa bilang astaghfirullah, atas apa yang terasa hingga saat ini... Ini tidak sama sekali berhubungan dengan kegiatan kampus ataupun di rumah, tapi ini, adalah cerita hati. Ini Ceritaku, Mana Ceritamu... 

Ceritanya, soundtrack ketika gue lagi nulis ini, adalah Roulette - Aku Jatuh Cinta, itu lagu lama yang sempat jadi soundtrack COOKIES di jaman gue masih pakai seragam Putih Biru. Tebak sendokiran.. lagunya enak aja musiknya, bikin tenang, dengan makna lirik yang cukup menyampaikan sesuatu,. liat aja dari judulnya. Random aja dengerin ginian, mengisi hati yang benar-benar terluka, haha lebay deh.

Entah bagaimana jawaban orang lain ketika dia merasakan hal seperti, menyukai seoseorang diam-diam, yang selama ini dekat dengan dia, tapi seseorang itu sudah punya orang lain dalam hidupnya? Sakit. Sedih. Cuek. Gembira. Kesel. Malu, atau apa?!. Kalau gue akan menjawab Sakit... karena dari kata itu, sudah mewakili semuanya, tidak ada yang tau ukuran sakit untuk seseorang itu seberapa dan sebagaimana. Tapi ukuran sakit buat gue, ketika gue merasakan tulang-tulang yang saling menopang dalam diri ini perlahan remuk, dan memudar.... ketika hati gue merasakan yang namanya apel membusuk. yang kadang ngga keliatan dalamnya.... ketika nafas ini terasa hanya ada di ujung tenggorokan dan hidung jek. Ngga mengalir sempurna, udara terasa cuma sebatas botol akua satu liter men. Semangat yang tadinya kek mau lomba lari marathon, berubah seketika kayak mau adu main gundu.. 

Ini adalah sebuah cerita yang terserah mau dibilang fiksi atau nonfiksi, tapi cerita ini selalu saja menjadi bagian pemikiran gue ketika sedang ada dimotor menuju pulang ke rumah. dan ini masih sangkut paut dengan cerita-cerita galau yang sebelumnya pernah ada di blog ini :)
Ketika diri ini menemukan sebuah kenyamana pada orang lain, dimana ia bisa bersandar, berbicara bebas dan tertawa lepas dengan orang itu, membuatnya jatuh hati pada nya. Membuatnya berfikir bagaimana bisa menjadi bagian hidupnya. Bagaimana bisa mentransferkan simbol-simbol yang selama ini bersarang dihatinya.

Lama sudah ia berfikir dan berusaha, perasaannya masih terombang-ambing... tidak jelas kemana arahnya akan berlabuh dan menentukan. Kadang, ia berfikir tengah menikmati apa yang sudah terbentuk saat ini. kadang, ia berfikir, untuk terus melanjutkan perangnya mendapat sebuah kemenangan.... Hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk melakukan sebuah DRAMATURGI. Ia mensetting apa yang harus dilakukannya di front stage dan backstage. lagi-lagi gegara mata kuliah jadi ngomongnya rada keilmuan dikit. Haha....

Di front stage, ia telah melakukan yang terbaik untuk bisa selalu jadi bagian ditiap halaman cerita hidupnya, bagian orang yang menjadi bintang di malam harinya. Membuat semuanya seolah biasa, bahagia ketika bahagia, tersenyum ketika ia tersenyum, tertawa ketika ia tertawa, sedih ketika ia sedia... meskipun jawaban yang ia dapatkan hanyalah rasa sakit. YES. IT WORKS.

di backstage, ia tetap hanyalah manusia biasa yang terkadang lelah menahan segala rasa sakit atas dirinya dengan orang lain. melepaskan kepura-puraan ketegaran hatinya yang selama ini ia lakukan di front stage. membuat semuanya seolah tidak ada proses pembusukan hati. Tapi di sini, dirinya lah yang sebenarnya. Yang terkadang punya rasa cemburu, rasa senang, rasa sedih. Dan kebodohan ia adalah tidak bisa melawan kekerasan hatinya yang terkadang mendorongnya untuk menghilangkan segala rasa yang ada dalam hidupnya terhadapnya. 

Meskipun telah mencoba, tetapi, rasa itu ibarat hantu yang terus menggentayangi kepala nya. Bagaimana tidak, kalau ia terus memandangnya dalam ingatannya, memasukinya dalam mimpi indahnya. membuat panggung sendiri. Dan walaupun sempat berhasil melawan ego terbesarnya, tetapi tetap saja kembali pada apa yang dirasakan pertama kali. Ia sempat berfikir untuk bisa melewatinya, seperti melewati apa yang sama yang telah terjadi sebelumnya. Kenapa kali ini tidak?
Ia sedang mencari jawabannya meskipun ngga ada di mbah google. Yang ada hanyalah sekumpulan toeritis yang mudah buat diucapkan tapi sulit untuk dijalankan. Gusti nu agung :(

Sudah lama ia menahan segala badai dalam perasaannya, menyaksikan apa yang membuatnya kadang terjatuh juga terbangun. Tapi bukan lagu dangdut ya :') ... entah kenapa ketika ia merasakan itu, ia tetap terus bertahan. mempertahankan apa yang seharusnya ia lepaskan.. ia hanya tersenyum topeng dalam keretakan hatinya.  punya rasa diam-diam itu memang sangat menyiksa. Meluapkan pun tidak mungkin. Kadang ia lelah berada dalam posisi yang tidak jelas seperti ini. Sikapnya sungguh membuatnya terus membodohinya. Berikan ia racun! agar ia mati dalam perasaannya. Bukan malah berkembang biak layaknya anak-anak kecebong di got. Hahaha~~

Kini ia tengah menulis dengan jari-jari besarnya diatas keyboard hitam, dengan perasaan sok tegar tapi sebenarnya tidak berbentuk apa perasaannya saat ini. Hanya pura-pura tersenyum mendengar lagu yang memutar random di dalam playlistnya. Sambil sakit gigi menahan rasa cenat-cenut yang tadinya ada di kepalanya. Mau dibawa kemana semua ini,  hati sudah berulang kali berusaha untuk lari dari semua ini, tapi tidak mudah ketika ia berdiri tepat dihadapannya.

Sore ini, ia melihat sesuatu yang membuatnya seperti LEGO yang dilempar sama batu. batu kali yang ukuran besar-besar, yang hancur keduanya. Itu baru bentuknya. Rasanya? Seperti film-film thriller yang badannya dipotong-potong, dan korbannya kesakitan!!~ ia..... ia yang bersama orang lain. Yang membuatnya tambah sakit adalah, apa yang pernah ia kirimkan, akan tergantikan dengan apa yang orang lainnya kirimkan kepadanya. . . tidak ada lagi ruang untuk si bulat bertengger di boneka halus nan indah, karena si bulat sudah digantikan oleh si #persegipanjangbulat yang lebih indah, lebih bagus, lebih keren dibandingkan si bulat yang sederhana..... seperti yang terjadi pada si hangat, yang sudah terganti dengan si langit. apakah ia tidak sekalipun menyadari atau menebak? sekali lagi, ia harus ingat bahwa 'dia' punya dunia nya sendiri. Jangan pernah menyentuh bahkan ikut dalam dunia lainnya itu. Hahaha... Semoga ini hanya perasaan anak muda yang hanya bergejolak pada masanya. 
Haf... tapi rasanya sudah seperti lagu Ipang - Ada yang hilang. Meski pun sosoknya masih ada jelas dalam dunia nyata, bahkan dunia perasannya. 

Sudah ya.... Jalani saja dengan senyuman. Karena sakit ini, adalah sakit yang menguatkan.... Meskipun entah itu padangan objektif, atau subjektif. Sugestikan dalam diri kalau ini tidak penting untuk dipikirkan. Walaupun itu teori kuno yang sebenarnya sulit dilaksanakan. Sabar menunggu sebuah miracle yang ngga pernah mungkin akan ada juga sih. Stay CALM :)))) walau and the end is hurt

You're My Favorite :)

Tanpa adanya basa-basi, sebelum gue lupa, langsung aja diceritain kenapa judul kali ini, You're My Favorite. Ngga tau kenapa kalau ngeliat dia, dia yang jadi favorite gue, berasa ketemu sama idola yang udah jadi superstar walaupun nampak kehadiran jarang banget gue rasain di kampus. Mungkin karena sudah sibuk porto atau skripsi...

Senin lalu, gue liat dia berkemeja, sungguh orang yang berkemeja itu rapihnya nambah bro, apalagi ditambah dia yang memakai jam tangan, entah disebelah mana. Kerennya juga nambah bro. Selain itu, sisirannya yang khas bikin silau mata. Belah pinggir dengan sentuhan Pomet (kalau anak jaman sekarang bilangnya sih gitu).

Balik lagi, selagi gue memandangnya dari kejauhan, rasanya antara hati gue pengen banget bertegur sapa dengannya. Tapi hati gue masih ragu. Dan disitulah terjadi konflik alias tarik-tarikan keinginan antara mulut dan hati. Terjadi ketidak sinkronan. Adeuh. Tapi rasanya, mulut gue masih kuat untuk memenangkan konflik ini. Seketika gue hanya menunduk dan diem saat dia lewat di depan gue. Sigh~ kesekian kalinya gue ngelewatin hal berharga yang mungkin ngga datang dua kali. Asem.

Setelah dirinya berlalu.. cah, gue pun sibuk sendiri sama aktifitas gue ngider-ngider aja dari kelas-ke kelas nunggu jam kelas sama teman kelas. Apedah, haha. selagi gue balik ke tempat berpapasan tadi, lagi-lagi pertemuan tidak sengaja itu kembali terjadi. Sial... dengan kebetulan gue memedang gadget, langsung aja gue mainan tuh gadget. Padahal posisi dia udah pas depan mata. Lagi-lagi masih canggung buat bertegur sapa. Padahal di "dunia lain" gue sempat berkomunikasi sedikit. Hahahaha~~ selalu dalam benak gue, kapan gue bisa deket sama dia? sekali-sekali nya gue ngobrol ketika acara Hima gue saat minta komentar. Dan itu bukan ngobrol... itu cuma minta tolong :(
Tapi yasudahlah... mungkin belum jodoh. Lagian, gue hanya mengagumi  kok. Belum tau bakal ada waktu dan keinginan untuk mikir lebih dari itu.

Dari sekian banyak orang yang ada di kampus, dia lah yang menjadi favorite gue. walaupun ngga dari dulu sih. Setelah melewati 2012 hahaha.... ngga cakep-cakep sih, tapi sepertinya dewasa. dan gue suka banget kalau dia sudah membawa satu bukunya dengan menggenggam. IDAMAN. 

Jumat, 31 Januari 2014

Ketika 2 Sisi Bersinggungan...

Lagi nyobain nulis blog via handphone... memang selalu ada saja yang ingin dituliskan. Karena diri ini selalu ada cerita semenjak ada dia... :) haha #MasihDialogRGFM .
Post kali ini berjudul 2 sisi saling bersinggunga. Hal terberat di awal tahun 2014... ada dua konteks di sini yang dalamnya terdapat 2 sisi bersinggungan. Pertama. Dalam urusan suatu kepengurusan. Ada rasa bahagia karena kita bisa duduk dalam singgasana yang sudah diimpikan sejak lama. Satu sisi kita kecewa karena dengan mudah mendapatkannya tanpa harus merebutkannya terlebih dahulu. Seperti tersedak cucuk ikan ketika ada yang bertanya perihal tsb. Meskipun tau apa yang harus dijawab, tapi pertanyaan itu membuat kita harus melapangkan jiwa dengan sepenuh hati tanpa melihat minusnya.... karena ini adalah sebuah proses pencatatan sejarah yang (mungkin) akan diingat banyak orang.. bukan suatu catatan kuliah yang mungkin bisa terlupakan begitu saja. Aaahh yaallah. Bantu kami melantjarkan semoeanya... agar bisa melawan apa yang dinamakan 2 sisi bersinggungan dalam konteks pertama ini....
Konteks kedua ketika berbicara 2 sisi saling bersinggungan. Kini gue tidak perlu khawatir.. tidak perlu mengelak.. tidak perlu menghindar.. tidak perlu takut, atau tidak perlu lainnya. Usaha untuk melupakan pun hilang sudah berbaur dengan kedekatan alami... Komitmen membawa gue menemukan sebuah tanda tanya besar kemarin . Ke arah yang semestinya tanpa membawa keseriusan seperti pikiran lalu. Tapi..... itu tidak mudah. Tidak semudah membalikan kedua telapak tangan atau menengok saat dipanggil orang lain. Ada rasa senang ketika gue menjadi bagian cerita hidup orang lain. Begitupun sebaliknya. Tapi masih ada rasa khawatir karena melupakan yang berkaitan dengan hati, terkadang bisa teringat kembali. Bisa membuat kacau.. membuat lubang dijalan yang sangat halus. Gue ngga bisa berharap apa apa. Ego da superego gue masih saling tarik menarik. Entah mana yang harus diprioritaskan. Perasaan/ ke profesionalan?? .... gue pun enggan berharap. Takut membawa gue pada pintu kekecewaan. Tidak ingin berlebih tapi  selalu saja terbawa arus... ya allah. Tolong minimalkan apa yang seharusnya "hal yang tidak bisa disebut"... amin :')) sungguh tak kuasa dengan apa yang disebut 2 sisi saling bersinggungan.

Selasa, 14 Januari 2014

Mirip (?) ... Hehehe



Jam 02 kurang 5 menit, lagi-lagi insomnia. Niat mau bikin script buat semester depan, belum siap jek mikirin setting dan footage yang bakal dibuat entar. Jadi, gue mutusin buat nulis dan emang lagi mood karena ada cerita yang ingin gue tuangkan setelah nonton OH TERNTATA petang tadi dengan episode "Delivery Ganteng"... gue nonton emang ngga dari awal, tepatnya pas scene ada 3 cewek dikamar dan yang satunya lagi daftar atau chat soal 'pasangan di pesta topeng' intinya sih gitu, karena gue belum nangkep apa jalan ceritanya. Tapi, gue tertarik dengan cewek yang lagi main laptop tersebut, dan fokus gue kesitu. Mangkanya gue ngga 'iyeng' awal-awalnya. 

Tertarik disini adalah, Waw! Gayanya keren banget. Satu pertanyaan yang ada dikepala ketika liat doi, eh si Kakak... (Karena gue kepo profile nya, gue tahu doi kelahiran 90an, artinya lebih tua 3 tahun dari gue, dan gue manggilnya kakak aja) .Oia, balik. Pertanyaan muncul kaya gini 
"Itu Kadek Devi? Kok tumben mainnya di Trans Tv?" sambil nyimak banget itu facenya. Alis tebel, senyum manis, rambut ponian, tomboy-tomboy gimana gitu kan.... 
Oia, Kadek Devi itu, adalah salah satu pemain ftv yang gue favorite-in banget sampai sekarang. Gue cuma seneng sama gayanya dan aktingnya sih... soalnya untuk idola gue sendiri, teteup ya Ka Angelica Simperler, yang juga jawara ftv dan sinetron.  Aktingnya natural jek. Ngga maksa. Dan setiap perannya, selalu berperan cewek yang stylenya tomboy, dengan memakai jeans, kaos, dll. Jarang banget ala-ala vintage layaknya cewek-cewek. Tapi itu yang bikin keren dan beda dari kadek devi. Dia biasa main di SCTV, gue suka semenjak dia main dengan judul "Pacarku pendek......" kurang lebih gitu deh, gue lupa dan udah bertahun-tahun lamanya. Saat itu lawan mainnya adalah Hendrik Ceper, dengan berperan sebagai anak SMA, dan karena itu ftv ber-seri, jadinya hafal banget. Sampai bokap pun sempat terpaku di salah satu seri-nya karena lucu. Hahaha.... Ya gitu deh ulasan sedikit.

Balik lagi ya. setelah gue perhatiin dengan seksama itukah Kadek Devi? Ternyata bukan -.- walaupun nada suaranya pun mirip. Akhirnya gue kepo dengan membuka acc twitter oh ternyata, dan jeng....jenggggg, taraktaktes, ketemu, namanya Sarah Shafitri. Langsung aja gue follow dan pada akhir acara, cah... gue mention, tapi ngga dibales. Hehe...

Gayanya diperan itu, keren banget jek. Entah karena wardrobe dan make up, tapi 7 detik pertama ketika ngeliat kakak ini, langsung suka. Soalnya banyakan yang meranin kefeminiman itu biasa, mainstream huehue. Lebih seneng dengan yang berperan tomboy, yang bisa jaga diri mereka kala digodain sama cowok-cowok 'menel' hahaha.... disini, dia berperan sebagai cewek netral yang awalnya tidak memperebutkan cowok yang diperebutkan kedua temannya untuk menemani mereka ke pesta topeng. Dia menemukan cowok yang sudah janjian dengannya by chat. Tapi cowok itu jahat. Ditengah kesulitannya alias lagi diganggu sama si cowok, Pahlawannya dateng. Alias cowok pengantar ayam goreng delivery yang diidamkan 2 sahabatnya. Dan sudah bisa ditebak, mereka berdualah yang bersama pada akhirnya. Hahaha. Kenapa ngga nyoba main di ftv aja Ka Sarah? Main di ph screenplay, sctv, mungkin namanya akan lebih meroket. Lho... jadi menggurui. Maaf-maaf. :D

Nah, ada satu lagi nih, ketiba-tiba keinget sama idola gue yang berasal dari luar sana. Alias negara Spain atau Spanyol. Setiap orang pasti punya idola luar. Gue pun banyak dan Erendira Ibarra lah salah satu nominasi nama yang termasuk didalamnya. Walaupun gue suka ngga ngerti dia ngomong apa, karena kerap menggunakan bahasa dimana dia berasal. Ka Sarah Mirip juga sama Erendira Ibarra. Wah... dari mulai senyumnya, gaya rambutnya, ya pokoknya begitulah, mungkin terlalu panjang untuk dibahas, Erendira juga sudah pernah dibahas dipost-an gue beberapa bulan lalu, alias ditahun lalu. COOL! 

Pada ending oh ternyata, ada bumper untuk episode selanjutnya, Aduh, gue ngga merhatiin judulnya -.- pokoknya, dia berperan sebagai 'cewek cupu' yang ikut tante / siapalah gitu, yang jadi artis di Jakarta. Kalau dari cuplikannya sih bisa ditebak, bakal dapet cowok tenar atau kaya. Dan jawabannya ada 2, dia berubah jadi cewek cantik demi si cowok, dan mereka bersama. atau dia tetap jadi cewek cupu, dan si cowok menerima nya apa adanya. Pastinya bakal ada konflik. Cuma gue belum bisa lihat apa itu,. Mungkin orang ke-tiga. Ahaha. berasa paling tau ya gue -.- Maklumlah doyanan nyimak drama-drama tv. Kelak gue pun akan membuatnya bila Allah izinkan. Amin :)))

Btw, Ka Sarah. Keren banget. Telat ngga sih kalau suka? Nambahin daftar idola aku? Hehehe maaf ya ka, bukan maksud disama-samain atau dibanding-bandingin. Tapi memang jujur aku cuma kaget karena yang disukain kenapa hampir sama ya. Berharap kakak bisa lebih melebarkan 'sayap aktingnya' ngga cuma di film-film episodik, tapi lanjut terus, karena, menurutku, kakak punya potensi lebih besar dan cepat banyak diidolakan. Ganbate !! :D


Dhits Anugrah :)
@dhitsanugrah

Sabtu, 11 Januari 2014

Miss ya.... Abang Nyanggo :D


Hampir jam setengah 4 pagi, dan gue belum tertidur gara-gara belum ngantuk. biasalah penyakit orang insom, bisa dibilang gue seperti burung hantu yang tidurnya di siang hari -.- pikiran gue seketika pengen banget ngeblog karena dari tadi ngebayangin beberapa hal, tentang kuliah dan tentang abang nyanggo.... tapi yang ngebuat gue bergerak nulis ya tentang abang nyanggo. siapa dia? apa yang bikin gue semangat buat flashback ceritain doi? ...

Jadi gini, berawal dari pertemuan gue dengannya di salah satu acara pernikahan temannya, juga teman gue waktu di SMA. sungguh mepet banget kala itu, dia mau pulang, gue baru dateng, karena waktu yang udah larut juga, gue harus 'salaman' sama manten dan doi pun pulang sama teman-temannya, waktu itu, gue manggil Ka Budi, karena badannya yang tinggi dan mudah dilihat dan kebetulan yang paling gue kenali, gue panggil.... ka budi !...

Ka budi pun nengok ke arah gue, langsung aja gue nanya, ka puput mana? dia pun memanggilkannya, Nyanggo...... adek lo nih!...(gue tau kenapa ka budi manggilnya nyanggo, tapi sayangnya gue udah lupa, karena udah sekitar 3 tahun lalu gue mengingatnya dan beranjak tanpa menghafal nya lagi). Abang pun menghampiri gue, dan kami berpelukan.... aaaa rasanya kek teletubies ngga mau pisah oleh waktu. cuma sebentar berbincang sama doi. Padahal kangennya muncak parah!. seketika ketemu sama dia, ingatan atau memori waktu lagi main bareng dia pun terforward otomatis di kepala gue, dari mulai kenal, konyol-konyolan waktu di SMA, yang ngebuat gue begitu dekat dengan kakak senior satu tahun di atas gue kala itu... Sosoknya sebenarnya udah dibahas di post-an gue jaman jadul kalau ngga salah judulnya, kakak adik ku disekolah. bisa dicari aja (kalau kerajinan sih) haha......

Memang ngga semua hal gue inget waktu lagi seneng main sama abang, tapi banyak juga yang ngga bisa gue lupain misalnya tanggal dimana pertama kali gue kenal sama dia, tgl 22 desember, tahunnya lupa, di acara classmeeting selagi kita menjadi rival pada pertandingan futsal cewek. AHAYDEUH..... awalnya gue juga lupa, sebel atau suka ngeliat sosok kakak itu, pokonya waktu main futsal, dia jago banget (gue juga lupa, waktu itu menang apa kalah). yang gue inget, gue mikir "siapa sih tuh?" langsung aja besok besokannya gue cari tahu, dan sangking pengen kenalnya sama dia, gue berhasil kenalan. cuma gue juga lupa, moment kaya gimana yang bikin kenal sama dia. yang jelas, namanya adalah FAJAR TRI INDAH PUTRI alias PUPUT kelas 11 IPA 1. waktu itu gue masih dikelas 10. dan dia sekelas sama kakak kakak osis yang gue kenal seperti ka ncel, ka budi, yang kebetulan deket dengan gue, Bertambahlah kesempatan gue buat kenal doi. apalagi dia juga pacarnya Lambang, teman dekat sewaktu itu.

Parah... Parah, gue inget banget ngelakuin hal-hal konyol kalau lagi ada abang, sampai sahabat-sahabat satu kelas pun sudah memaklumi itu. Kaya, jingkrak kesenengan kalau dia lewat, dia lagi ngabsen sambil narik amal, dia lagi dihukum karena telat, (abang memang akrab banget sama kata telat, ngga tau deh kenapa) haha.... begitupun sebaliknya, gue sama beberapa kawan juga suka semangat banget kalau belum ada absen, otomatis, gue yang gerak, dan paling semangat kalau udah masuk dikelas 11 IPA 1 ahahaha.... semua kawan serentak kompak memberi aba-aba kalau dia lagi lewat... dan gue suka ngeliatin kaca samping kelas yang tujuannya terarah ke parkiran, melihat motor pacarnya apakah sudah datang/ belum. Tapi yang jelas yang dilihat dan dicari ya abangnya. 

Abang juga ngga jarang main ke rumah ka ncel, yang rumahnya dekat sama gue, dan otomatis gue juga ikut main bareng. SERING! ganti-gantian sih, kadang gue yang main ke rumahnya, walaupun bisa dibilang jauh banget dari mayanggi ke perumnas 3 -.- hari main itu adalah hari dimana dia bebas tugas negara alias latihan Karatenya men! doi atlet karate!. Kagum jek, karena ngga jarang juga doi menang kejuaraan atau olimpiade. berasa aman kalau disamping doi, walaupun doi bukan seorang bodyguard. Balik lagi, kalau gak salah hari rabu sama jumat dan itu malam karena pagi- sore, kita sekolah. Ahaha...

Terus hampir setiap hari gue smsan terus sama dia, walaupun sekedar nanyain abang lagi apa? setiap hari, dan gue sempat khawatir karena beberapa kali juga pernah ngga balas, ternyata dia ketiduran setelah latihan. dan jam nya doi kelar latihan gue inget jam 10 malam - setengah 11. makanya, kalau ada balesan sms jam jam segitu, senang rasanya.! awawa.. maklum, masih ababil. haha,.. Konyolnya lagi, kadang gue suka bt kalau abang deket sama ade adean lainnya -.- 

Abang itu suka banget sama warna ungu,,, dia orang padang, dia baik banget, dia cuek, dia easygoing, dia lucu, pokonya dia bisa memberikan warna dengan orang-orang yang ada disekitar doi.ah! parah. sempet sedih waktu doi naik kelas 3, karena dia masuk pagi, gue masuk siang, sempat galau karena pasti ngga bisa ketemu. Tapi engga, gue masih bisa ketemu, ketika waktu jadwalnya masuk pagi karena aktifitas lainnya.

Oia, abang nyanggo ini, adalah sesosok perempuan baik hati, dan dia kakak kelas waktu di SMA dulu. gue manggil doi abang karena ngerasa udah deket banget, mungkin terlihat aneh ketika gue bersikap konyol kalau ada doi. ya, karena memang dia orang pertama, yang benar-benar gue ngerasain sosok kakak yang baik & care sama adiknya. Karena gue anak satu wae, jadi senang aja ketika gue nemuin sosok kakak di orang lain. Entah kenapa pilihan juga jatuh ke kak puput ini. Padahal ada juga kakak kelas lainnya seperti ka ndoy, ka uur, ka utut, ka dini, yang gue idolain juga soalnya kece kece... dan berasa ngeliat inspirasi, bisa gak ya gue kaya mereka. orang-orang simple tapi punya kelebihan yang bikin diri mereka wow!! 
kalau ngefans sama kakak kelas cowok, itu mainstream, gue juga deket kok sama mereka-mereka. tapi, kurangnya, ngga ada yang bisa dijadiin inspriasi untuk 'cewe' cuma tempat curhat, cari solusi, main bareng, ceng-cengan bareng, ujung-ujungnya palingan naksir. *eits...

Abang itu sosok yang asikkkkk banget, dan gue sempat satu team bareng waktu ikut tournament futsal putri beberapa tahun diSMA. Pokonya, abang itu paling beda sama kakak kelas cewek senior lainnya.  bisa dibilang doi adalah salah satu motivasi juga buat ke sekolah. ahaha.. *lebih. Setelah ketemu kemarin dia ngga pernah berubah, tetap jadi abang gue yang seperti pertama kali gue kenal.  Dan hubungan kakak adik ini, insallah ngga akan pernah terputus, walau terhambat oleh ruang dan waktu. 

Selasa, 17 Desember 2013

Selamat 20 Tahun, Odhit :)))

18 Desember 2013, tidak terasa waktu begitu cepat membawaku ke umur 20 tahun sejak 1993 lalu. Banyak story of my life yang ngga bisa dijabarin satu persatu.... hanya point-point besar yang terekam sepanjang perjalanan hidup ku...

Di 20 tahunku, Aku.....
Menemukan orang yang lalu lalang dalam kehidupanku, sejak kecil, sejak aku menginjakan kakiku pertama kalinya, dan melihat dunia luar bersama kaki kaki mungil lainnya, yaitu teman masa kecilku, yang entah siapa dan dimana sekarang berada, itu hanya orang tuaku yang tau. Mereka juga mungkin ngga tau mungkin.... setiap aku berpindah untuk tinggal membangun 'istana' kecil bersama orang tuaku, disitulah aku menemukan cerita baru, bersama teman baru...

Setiap orang pasti lupa akan kenangan masa kecil saat bayi. akan ingat kembali ketika sudah menginjak balita. Meskipun tau, aku hanya mendengarnya dari cerita-cerita dari orang tuaku, ketika aku tumbuh gigi, ketika aku mulai berbicara, ketika aku memanggil sebutan orang tuaku dengan 'bapak' dan 'mamah', ketika aku mulai merangkak kesana kemari membuat orang tuaku khawatir, lari lari kecil didepan rumah, ketika aku menangis, dan cerita utama adalah ketika aku baru lahir dan sempat tertukar karena bapak menggendong anak orang -.- tapi tersadar ketika diberi tahu oleh suster yang merawatku......

Ketika aku beranjak ke umurku yang balita, aku senang, karena menurut cerita orang tuaku, aku lucu , setiap orang tua pasti akan menilai anaknya seperti itu ketika masih kecil. dan aku selalu ingat kasih sayang kedua orangtuaku ketika aku masih berjaket kain lembut, memeluk bantal guling berkarakter kartun, ketika aku masih menyusui dengan botol dan suka susu putih.

Bukan hanya orang yang lalu lalang, tetapi juga cerita yang penuh jatuh bangun, penuh susah senang, penuh luka tawa, semua terangkum dalam memori ku dari aku kecil, ketika aku dan keluargaku merangkak menuju sebuah 'istana megah' ini... dengan penuh semangat. Dari kecil, aku juga semua sanak keluarga, dibesarkan dengan mengutamakan agama, etika, tatakrama, sehingga aku besar dengan aturan-aturan positive keluarga yang membuatku tumbuh besar dengan masih memegang teguh yang diutamakan dalam keluarga.... 

Waktu begitu cepat sampai aku mulai masuk ke Taman Kanak - Kanak, dimana aku meminta sekolah dengan sendiri nya, walaupun kata ibu gurunya, umurku terlalu muda untuk menginjak TK Nol besar. aku menemukan orang-orang baru yang sangat membuat ku nyaman, aku belajar membaca, belajar menghitung, walaupun masih awam dengan dunia luar. aku hanya tau belajar, sekolah, biar pintar. Itu yang selalu mamah tekankan. Dan bapak bilang, sukses itu buat kamu sendiri kok,, tapi jangan lupa shalat.

Waktu terus berjalan sampai aku menginjak sekolah dasar. di masa ini, aku mulai melek dengan realita-realita yang ada di dunia, karena teman-temanku memberikan 'ilmu' baru baik atau buruk, tetapi aku selalu berfikir untuk tetap baik. pesan mamah dan bapak tetap sama. belajar, biar jadi anak pintar. Sampai pada saat ini, aku takut untuk melakukan hal yang dilarang oleh orangtuaku. karena aku tau, mereka inginkan yang terbaik untukku.

Tibalah aku di Sekolah Menengah Pertama, kembali menemukan orang baru, cerita baru. Tapi pesan dari mamah dan bapak tetap sama. SAMA. aku tidak pernah terbebani dengan pesan itu, aku malah harus tetap menjunjung tinggi pesan itu. Di SMP, aku juga lebih terbuka dengan dunia ini, karena zaman semakin berubah sesuai dengan perkembangan yang ada. 

SMA, ketika aku sudah menginjak umurku yang ke 17, tapi tetap saja pesan dan aturan akan selalu ada. aku menemukan orang-orang baru, ilmu dan pengetahuan baru, dari siapapun itu, karena kita berasal dari berbagai kalangan. sampai pada saatnya aku menginjakan kaki di universitas tempat dimana aku menimba ilmu saat ini..... 

Aku bersyukur Allah selalu bersama ku, mendengarkan setiap doaku, meskipun aku bolong-bolong ketika menghadapnya, tapi kehadirannya selalu ku rasakan dalam setiap helaan nafasku satu detik saja. Allah selalu memperkuat imanku ketika aku menemukan 'jalan berkerikil' dengan megarahkanku pada jalan yang semestinya. Allah membukakan mata dan hatiku, ketika aku merasakan gundah gulana yang kadang timbul begitu saja dalam hidupku. Allah adalah segalanya dalam hidup ini, begitupun dengan umat islam lainnya.

Terpenting lainnya dalam hidupku lainnya adalah orang tuaku, Mamah dan Bapaku..... dari sini, aku sangat mengucapkan terima kasih selama 20 tahun ini, tidak pernah letih mengurusku, menguras keringat dan tenagamu, untuk menghidupi ku sampai saat ini dengan kasih sayang, walau terkadang, balasanku belum setimpal.

Terima kasih sejak aku lahir ke dunia ini, dan berselimutkan kain pernel, menyusui, memberi makan, memberikan nafkah baik jasmani ataupun rohani, memberiku apa yang aku butuhkan dan aku minta, walau ku tau, mungkin terkadang itu berat rasanya. Tapi kalian selalu bisa membuatku terus semangat dan maju tak gentar menghadapi halang rintang kerasnya dunia ini....

Terima kasih, atas tiada lelah dan capeknya, mengurusi ku dari membedong badanku, sampai mengantar jemputku kemanapun aku pergi. Terima kasih Allah, sudah memberiku orang tua seperti mereka yang 20 tahun setiap menyayangi anaknya ini. Semoga aku dapat panjang umur dan memberikan kebanggaan bagi mereka. Karena memang itulah motivasi terbesarku.

Dan maafkan aku pak, mah, kalau baru memberi sedikit senyum bangga dari ku. Aku janji akan selalu tetap berjuang membuat bangga kalian, di 20 tahunku, juga tahun-tahun seterusnya. Semoga pintu kesuksesan benar-benar berada satu jengkal saja dari hadapanku, walau satu jengkal itu, sangat berat rasanya untuk menempuhnya.......
Singkat cerita ini, yang tidak bisa dijabarkan betapa berharga nya hidup ini dilalui dengan banyak cerita, banyak orang, banyak pengalaman.....
Happy Birthday, Odhit .



Selasa, 10 Desember 2013

MISS YOU, KAK. @/A.S

Kak. Apakabar?
KakakSehat?
Lagi Sibuk apa sekarang?
Mami  apakabar?

Sedikit pertanyaan itu, tapi satupun ngga terjawab. Lama rasanya engga ketemu. terakhir ketemu di BS. mungkin waktu yang sempit ngebuat aku, dan teman-teman AL sulit untuk berkunjung ke lokasi. Tapi rasa kangen nya udah bukan kaya fans ke idolanya, huehue, tapi seperti kakak sendiri, hehehe. ngarep. Intinya begitulah.

Rasanya makin jauh aja, jauh dalam jarak bertemu, padahal lokasi nya ngga jauh-jauh amat, haha. Terakhir, aku liat update twitter kakak sedang sakit sepertinya... tapi, semoga kakak selalu diberi kesehatan, amin. dan terakhir, denger kabar kaka, dari seseorang. sampai sekarang ngga tau lagi kakak bersama siapa, dimana, sungguh ingin rasanya bertatap muka dan mengobrol walau hanya sekedar bertanya ke empat point diatas... 

Ngga kerasa, rasanya sudah hampir 3 tahun kita kenal ya? Masih inget ga pertama ketemu? Di Kopri, dimana kakak lagi break, dengan pdnya diantar kawan mengunjungi kakak, dengan kaki dan tangan gemetar melihat orang yang dikagumi pada sebuah serial televisi, uwew.
Dengan rasa sabar dan terus mengejar, aku berharap bisa mengenal kakak, finaly, kakak membukakan pintu untuk itu. 

AAA NGGA PAHAM gimana rasa senangnya kala itu. apalagi waktu dirumah kakak pertama kali, ada hal yang sangat sangat sangat buat aku senang. dan gak pernah dilupain. Bersamaan dengan itu, aku juga mendapatkan kawan-kawan baru yang sangat ramah dan mengasyikan. mereka sangat welcome dan kompak. 
Jadi inget dengan satu masalah ketika X dengan seseorang yang baru, kita semua turun tangan melawan nya, hahaha aduh kocak. Meskipun hanya dari social media, tapi peluru twitt nya sudah seperti amunisi yang menembakan musuhnya secara cepat tanpa jeda, yang akhirnya X dengan yang baru nya itu juga kandas. Reaksi awal pas tau kabar itu, ketawa ala joker. Jahat sih... tapi yaudahlah ya engga kenal juga, Huehue.

Aku juga ngga pernah menyangka akan bisa kenal dengan kakak,serta sebagian teman dan keluarga kakak, seorang public figur yang waw menurutku. Menjenguk kakak ketika dirumah sakit, ada yang nungguin kakak take sampai pagi, ada yang dari jauh-jauh dari luar kota. Hahaha... yaampun, yang namanya kenangan emang ngga akan pernah hilang.

Tapi intinya apapun keadaannya, apapun kondisinya, apapun kenyataannya, semoga kakak diberikan kesehatan, dan kesuksesan dimanapun itu :))) tetap ingat dengan AL, walaupun aku bukan yang pertama. tapi aku salut liat act kakak kenapa kalau jadi antagonis itu dapet banget, begitupun teman-temanku bilang :')) yaudah, AL selalu mendukung yang terbaik untuk kakak, dan dengan siapa kakak . semoga dalam waktu dekat, kita bisa berkumpul kembali. Huehue~~

Bisa dibilang kangen sih....

Terkutuk kawanku.....
Astagfirulah, salah. Teruntuk, Kawanku....

Mungkin kalimat pertama adalah kalimat yang pasti dibaca duluan lalu memberikan makna dan kesan yang lebih jujur. tapi tidak untuk ini. harus dibaca sampai habis rangkaian kalimatnya, kalau tidak, itu akan memberikan kesalah pahaman besar bahkan kehancuran.

Sebenarnya ngga niat nulis, tapi karena ngga ngantuk dan lagi main facebook, munculah niat ini, di profil facebook gue, terpampang jelas foto bersama kawanku sedang bertiga di suatu tempat beberapa waktu lalu. Rasanya, kala itu sangat nyaman, tenang, sejuk, dan masih merasakan kehangatan sebuah pertemanan.

Tapi entah kenapa belakangan ini, ada sesuatu yang mengganjal dan memudarkan rasa itu. dari semua pihak, tidak hanya menyudutkan orang lain, ya itu memang benar. pernah dengar kata 'tali yang sudah putus, tidak akan bisa disambung kembali, meskipun bisa, itu tidak akan serekat dulu' . kalimat itu seringkali diucapkan oleh orang-orang sehabis putus tapi belum bisa move on, hahaha. Lah.

Tapi, apakah kalimat itu berlaku untuk yang namanya sebuah perkawanan? apa ada yang namanya putus untuk tali perkawanan? jawabannya bisa tidak bisa ya, tergantung bagaimana para tokoh yang mengalami itu menyikapinya.
Ini mungkin terjadi saat ini dalam cerita hidup gue. Sebuah keretakan yang entah berasal darimana. Tapi ini adalah  gue anggap sebagai sebuah koreksi diri, menemukan letak kesalahan dan uji kemampuan untuk keep fighting. 

Rasa sakit, dan kecewa yang didapatkan terkadang menemukan titik lelah ketika berada dalam diam. tapi, Waktu seperti roda yang terus berputar. tidak stuck hanya dalam satu posisi. Dan dalam proses berputarnya, membuat ini semakin kuat dan membuat gue jadi manusia tangguh. HueHue. kalau kata teman gue, seperti Ultramen. Ya, mungkin begitu, tapi.... ultramen selalu berkelahi dengan musuh pasti.

Tapi tidak dengan gue, selalu ada hati nurani, dan hati yang menganggap kawan adalah kawan yang suatu saat mungkin bisa menjadi lawan. pikiran ini, dan hati ini harus tetap berpositiv thingking, karna negative malah membuat semua buyar. seperti rasa deg-deg-an berlebihan kalau mau presentasi. kata seorang teman, rasa itu harus dinetralisir supaya tidak membuyarkan pikiran. FOKUS. dan FOKUS.

Kalau diflashback kan kembali, antara kebaikan dan keburukan adalah 50:50 ketika keadaan berimbang seperti itu, susah untuk melihat apa yang jelas, dan apa yang pasti. tapi sekarang mungkin sudah 75:25. sangat signifikan memang. tapi itu real. itu terjadi.Mungkin ini adalah masa dimana ada nya sebuah perbedaan. Biarlah itu menjadi urusan masing-masing orang dan hanya waktu yang dapat mengatur nya kelak. membawanya ke arah yang lebih baik atau buruk.

Apapun yang dibawa oleh waktu, itulah konsekuensi yang harus diterima. Intinya, jalan itu kedepan, jalan itu gerak, tidak diam ditempat, dan jalan itu selalu ada halang rintang yang harus dilewati dengan tenang. Kita perlu bercermin, dimana bagian tubuh ini yang harus di 'tembak' untuk dihilangkan bekasnya. Karna kalau terlihat orang lain, akan membuat berfikir kalau ini adalah bekas kejahatan. APAAN DAH. GEGARA BANYAKAN baca detective conan. Tapi itulah intinya.

Entah apa yang membuat orang saling membunuh, tapi untuk saling membantu, perlukah ada alasan? Kebenaran hati untuk membangkitkan semangat diri, bukan untuk membunuh orang. SINICHI - RAN.

Quote by Sahabat : Orang biasa, masih memikirkan apa yang orang lain omongin. Orang luar biasa, memikirkan masa depannya- YD. 

Tapi selalu ada tempat untuk yang namanya kawan. Kecuali musuh, yang sejak kedatangannya, harus dibatasi dengan pagar api. Bila terlanjur dimasukinya, pintar-pintar untuk melewatinya, dan berhati-hati.


Senin, 18 November 2013

Kamu Telah Memilih Pilihanmu....


Ia. seperti judulnya. Kamu Telah Memilih Pilihanmu, itu artinya, aku harus mundur dari peperangan yang tidak pernah aku ketahui apa yang harus aku lakukan......

Cah! serius amat. ini adalah sebuah cerita fiksi ataupun non fiksi, tergantung pembaca aja menilainya gimana. aih kamfret. lagi nulis ginian, now playingnya Tambatan Hatinya Five Minutes. Indonesia sih, tapi sempat jadi lagu soundtracknya drama televisi favorite gue, hahah. tapi maknanya dalem...

oke. jadi gini. ada seorang cowok yang menyukai seorang cewek di kampusnya. sebut saja cowok itu Heiji, dan cewek itu kazuha. ini detective conan apa bukan sih, Bukan. ini detective cinta. alah basi ah. oke. jadi takagi itu salah satu cowok favorite di angkatannya. pintar, ramah, meskipun tidak ganteng, tapi dia punya daya tarik tersendiri. dia pun mempunyai banyak teman.

suatu ketika Heiji merasa jatuh hati pada Kazuha, cewek paling populer dikampusnya. lama telah takagi memperhatikannya dan berhasil dekat dengannya walaupun hanya sekedar pertemanan. Heiji takut dan enggan kazuha mengetahui perasannya sebenarnya karena takut kazuha menjauh darinya. Heiji lama sudah memendam rasa pada kazuha, dengan berbagai pengorbanan yang kazuha mungkin tidak sadari. Heiji tidak pernah letih untuk terus bersigap menjadi orang nomor satu yang bergerak ketika kazuha sedang kesusahan. 

Tapi suatu hari, Heiji mendapatkan berita yang tidak mengenakan dan menjadi petir dalam dirinya dan mematahkan hatinya. Kazuha ternyata dekat dengan orang lain, dan kabarnya mereka berdua akan bersatu. sebut saja namanya Tedi. yallah .... jauh banget dari Heiji, kazuha, ke tedi. yaudah gapapah. namanya juga samaran.

Heiji merasa hancur lebur pada hatinya, tapi dirinya selalu kuat dan berusaha tegar menerima kenyataan yang ada. Heiji seringkali membiarkan dan mempersilahkan kazuha dan tedi berduaan, meskipun sedang ada dirinya. air mata Heiji rasanya ingin jatuh persecond, dan pondasi yang ia bangun untuk kazuha, runtuh seketika, tapi Heiji selalu bersikap tegar walau hatinya menjerit. Yang ia pikirkan adalah kebahagiaan Kazuha yang ia tau kazuha sangat nyaman dengan Tedi. 

Tak ada lagi jenis pisau yang membedakan rasa sakit, semua pisau seperti tertancap pada tiga titik tumpu pada badannya. tenggorokan, dada, dan perut. seolah mengoyak apa yang ada dalam tubuhnya. Lelah yang dirasakan takagi telah berlama tidak mendapatkan bendera kemenangan, dan berada dalam garis finish atas urutan nomor satu. padahal dirinya sudah berusaha untuk 'ngegas' menjadi yang utama. sampai pada satu ketika, Heiji mendengat perkataan kazuha....

"Aku suka dengan Tedi", padanya.

gue yang buat cerita ini ngga bisa kebayang gimana rasa sakitnya mendengar itu. andai kata ada anak tangga, mungkin gue naikin terus manjat genteng benerin genteng bocor. NGGAAAA! bukan. mungkin gue akan terdiam lesu sejenak.

Ya, begitupun Heiji. Dia sangat sedih dan hancur mendengarnya. Kenapa kazuha tidak pernah merasakan apa yang ia rasakan., kenapa ia tidak pernah mengerti semua bahasa yang sudah dikerahkan padanya. merasa tidak ada kesempatan di hatinya kazuha, Heiji mundur perlahan dan memutuskan untuk menjadi teman biasa untuk kazuha. meski dirinya tetap merasa sakit dan butuh lama waktu untuk melupakan orang yang selama ini mengisi hatinya. dan ia berucap di keheningan malam...

"Kamu telah memilih pilihanmu".... dengan dua tetes airmata yang jatuh tepat di kedua tangannya yang sedang mengepal. "aku akan ikhlas melepaskanmu, dan aku akan tersenyum diatas bahagiamu walau terasa menyakitkan untuku"...

ya. mungkin sebagian cowok memandang itu adalah hal yang lebai dan cengeng. Tapi tak bolehkah seorang laki-laki menangis atas rasa sakit yang ia alami? bukankan laki-laki juga mempunyai perasaan? ya, mungkin semua orang berbeda,
dan akhirnya, takagi berusaha untuk tegar meskipun jawaban sang idaman hatinya telah memilih. dan pelajaran yang dapat di petik adalah....

'pikir aja sendiri, apabila kamu mempunyai perasaan, perasaanmu akan menjawab itu"...